MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) mulai memperluas referensi pembangunan daerah dengan belajar langsung dari inovasi dan tata kelola pemerintahan Kota Malang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026).
Kunjungan kerja dan kaji tiru yang dipimpin Bupati Barito Utara H. Shalahuddin tersebut diarahkan untuk mendukung optimalisasi 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas pembangunan daerah.
Rombongan Pemkab Barito Utara disambut Wali Kota Malang H. Wahyu Hidayat bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Malang di Balai Kota Malang. Turut mendampingi Bupati, Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Kunjungan ini bukan sekadar agenda silaturahmi antarpemerintah daerah. Pemkab Barito Utara ingin menggali berbagai praktik baik, mulai dari inovasi kebijakan, tata kelola pemerintahan hingga peningkatan kualitas pelayanan publik yang telah diterapkan di Kota Malang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kaji tiru merupakan ruang untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, bukan hanya kesempatan bagi daerah yang berkunjung untuk mempelajari keberhasilan daerah lain.
“Kegiatan ini bukan hanya kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara untuk mempelajari berbagai program dan inovasi yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Malang, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dari berbagai keunggulan dan pengalaman yang dimiliki Kabupaten Barito Utara,” ujar Wahyu.
Ia kemudian memaparkan karakteristik Kota Malang sebagai kota terbesar kedua di Jawa Timur dengan visi pembangunan Malang Mbois Berkelas.
Menurut Wahyu, pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, kenyamanan kota, penguatan pelayanan publik, serta pelestarian kearifan lokal juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan keterbukaan Pemkot Malang dalam berbagi pengalaman.
Ia menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas wawasan sekaligus mendapatkan referensi dalam menerapkan program pembangunan di Barito Utara, khususnya Program Sebelas Dua Belas Gaspol yang mencakup 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas.
“Kami ingin memastikan bahwa program-program yang telah direncanakan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Shalahuddin.
Menurutnya, berbagai pengalaman dan inovasi yang diperoleh dari daerah lain dapat menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat Barito Utara.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara jajaran perangkat daerah Pemkab Barito Utara dan Pemkot Malang. Kedua pihak saling bertukar informasi mengenai pelaksanaan program, inovasi pelayanan, serta strategi pengelolaan pemerintahan daerah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata sebagai simbol hubungan kelembagaan sekaligus komitmen memperkuat komunikasi dan kerja sama antardaerah.
Pemkab Barito Utara berharap berbagai inovasi yang dipelajari tidak berhenti sebatas referensi, tetapi dapat diadaptasi sesuai karakteristik daerah. Dengan begitu, pelaksanaan Program Sebelas Dua Belas Gaspol diharapkan semakin optimal dan benar-benar menghadirkan manfaat bagi masyarakat. (*)
Editor: Logman Susilo








































