MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai mematangkan langkah peningkatan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Barito Utara, Muara Teweh. Antara lain dengan mempelajari sistem pengelolaan dan standar pelayanan rumah sakit rujukan melalui kunjungan kerja sekaligus kaji tiru ke RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang, Selasa (3/11/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin langsung Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Soenadi Y. Tingan, Sekda Muhlis, Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Kabupaten Barito Utara beserta jajaran, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Kedatangan rombongan disambut jajaran manajemen RSUD Dr. Saiful Anwar Malang yang diwakili Wakil Direktur Pelayanan Penunjang sekaligus Plt. Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr. Widodo Budi Prasetyo, MMRS, di Aula Rapat RSUD Dr. Saiful Anwar.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa kaji tiru ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui prinsip ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi).
Menurutnya, RSUD Dr. Saiful Anwar memiliki berbagai praktik baik, strategi, serta inovasi pelayanan yang dapat dipelajari dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan RSUD Kabupaten Barito Utara.
Orang nomor satu di kabupaten berjulik Iya Mulik Bengkang Turan itu mengungkapkan bahwa saat ini RSUD Kabupaten Barito Utara masih berstatus rumah sakit kelas C. Seiring penerapan standar klasifikasi rumah sakit berbasis kompetensi, masih terdapat sejumlah aspek dari 24 jenis layanan yang perlu ditingkatkan pemenuhan kompetensinya.
“Harapan kami, melalui kunjungan ini, RSUD Kabupaten Barito Utara dapat setidak-tidaknya mencapai standar kompetensi tingkat madya, lalu meningkat ke tingkat utama, hingga nantinya menuju tingkat paripurna secara bertahap,” ujar Shalahuddin.
Ia menekankan, peningkatan kompetensi rumah sakit tidak cukup hanya dengan membangun gedung atau melengkapi peralatan medis. Kesiapan sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, sistem tata kelola, serta kualitas pelayanan juga harus berjalan beriringan.
Berbekal pengalamannya dalam pembangunan sejumlah rumah sakit di Kalimantan Tengah, Shalahuddin berharap pembelajaran dari RSUD Dr. Saiful Anwar dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus referensi dalam menyusun strategi pengembangan rumah sakit daerah.
Sementara itu, dr. Widodo Budi Prasetyo menyambut baik kunjungan Bupati Barito Utara bersama jajaran. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman, bertukar informasi, serta memperkenalkan berbagai inovasi dan sistem pengelolaan pelayanan kesehatan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini. Semoga dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, kerja sama antardaerah, serta langkah positif dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan, pengembangan fasilitas, dan tata kelola rumah sakit yang semakin profesional,” ungkap Widodo.
Melalui kaji tiru tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap berbagai praktik baik yang diperoleh dapat diterapkan sesuai kebutuhan dan kemampuan daerah.
Target akhirnya, RSUD Kabupaten Barito Utara tidak hanya mengalami peningkatan dari sisi fasilitas, tetapi juga memiliki kompetensi pelayanan yang semakin baik sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan mudah diakses. (*)
Editor: Logman Susilo








































