TAMIANG LAYANG – Warga Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Deden Anograhno (19), akhirnya mengakui telah merekayasa peristiwa pembegalan yang sempat menghebohkan masyarakat dan viral di media sosial.
Deden sebelumnya mengaku menjadi korban begal di kebun karet RT 01 Desa Serapat, Kecamatan Paju Epat, pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.05 WIB. Ia ditemukan warga dalam kondisi terikat di pohon dan disebut-sebut telah dipaksa meminum racun oleh pelaku.
Namun, setelah dilakukan klarifikasi oleh pihak kepolisian, laporan tersebut dipastikan tidak benar alias hoaks.
Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi, S.E. mengatakan bahwa hasil penyelidikan mengungkap seluruh kejadian tersebut merupakan skenario yang dibuat oleh Deden sendiri.
“Dari hasil klarifikasi dan penyelidikan, kejadian begal tersebut tidak pernah terjadi. Itu adalah berita bohong atau hoaks,” ujar IPDA Sulkhan, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, motif Deden merekayasa kejadian tersebut karena terlilit utang dan memiliki kewajiban pembayaran di bank. Dengan membuat cerita seolah-olah menjadi korban begal, yang bersangkutan berupaya mengelabui pihak tertentu.
“Motifnya adalah karena yang bersangkutan memiliki tanggungan utang. Sehingga ia membuat kebohongan dengan mengaku dibegal,” jelasnya.
Terkait informasi yang beredar bahwa korban dipaksa meminum racun, pihak kepolisian menegaskan hal tersebut juga merupakan bagian dari skenario. Botol pestisida yang ditemukan terikat di tubuh Deden sengaja disiapkan sendiri untuk mendukung cerita palsu tersebut.
“Benar, itu skenario yang dibuat sendiri oleh yang bersangkutan. Tidak ada orang lain yang mengikat atau memaksanya minum racun. Dari hasil pemeriksaan awal rumah sakit juga tidak ditemukan gejala keracunan,” tegas IPDA Sulkhan.
Pihak kepolisian memastikan hingga saat ini tidak ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut dan perbuatan itu murni dilakukan sendiri oleh Deden.
Kapolsek Dusun Timur juga mengimbau masyarakat Barito Timur agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya serta tetap beraktivitas seperti biasa.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap beraktivitas normal. Situasi kamtibmas di wilayah Barito Timur aman dan kondusif,” pungkasnya. (man)
Editor: Logman Susilo








































