TAMIANG LAYANG – Krisis air bersih mulai dirasakan warga Desa Sumur, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur. Selama hampir dua minggu terakhir, sejumlah sumber air warga berupa sumur gali maupun sumur bor mulai mengering akibat kemarau.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM). Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara itu menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Sumur, Sabtu (19/9/2026).
Air bersih diangkut menggunakan armada tangki dan didistribusikan langsung ke wadah, tandon maupun tempat penampungan air milik warga yang mengalami krisis.
Kepala Desa Sumur, Hondawati, mengapresiasi kepedulian BNJM yang turut membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kemarau.
“Jadi tadi untuk RT 03 dan baru beberapa warga yang mendapatkan. Karena tadi mendadak juga ada informasi kebakaran lahan sehingga diutamakan membantu untuk memadamkan,” ujar Hondawati.
Ia menjelaskan, Desa Sumur memiliki tiga RT dan krisis air kini dirasakan oleh mayoritas warga. Kondisi tersebut terjadi karena sumber air yang selama ini digunakan masyarakat mulai mengering.
“Sudah dua minggu terakhir. Warga juga terpaksa harus mengeluarkan uang Rp100 ribu seharinya untuk kebutuhan. Kasihan,” celetuknya.
Melihat kondisi tersebut, Hondawati berinisiatif berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar untuk menyampaikan kondisi warga yang membutuhkan pasokan air bersih.
Ia berharap bantuan serupa dapat kembali diberikan secara berkala selama musim kemarau berlangsung.
“Kalau bisa memang setiap satu minggu sekali dibantu, selama kemarau ini,” harapnya.
Hondawati juga mengimbau warga yang mengalami krisis air untuk bersabar. Bantuan air bersih akan diupayakan disalurkan secara bergantian ke setiap RT sesuai kondisi dan ketersediaan armada.
“Misalnya hari ini RT 03, besok dan lusa RT 01 serta RT 02.”
Ia memahami keterbatasan operasional perusahaan, terlebih saat ini perusahaan juga turut membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
“Karena terbatasnya operasional perusahaan dan harus turut serta melakukan pemadaman akibat karhutla, mudah-mudahan seminggu sekali cukup untuk mengurangi beban warga,” pesannya.
Hondawati pun menyampaikan terima kasih kepada BNJM yang telah merespons kebutuhan warga Desa Sumur di tengah kondisi kemarau. (man)
Editor: Logman Susilo








































