PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Gangguan yang berulang ini mulai mendapat perhatian karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha.
Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik, meminta gangguan pasokan listrik tidak terus berulang. Ia berharap PLN melakukan evaluasi dan memperkuat sistem kelistrikan agar masyarakat mendapat pasokan yang lebih stabil.
“Kalau bisa diperhitungkan juga. Urusan teknik saya kurang paham. Yang penting masyarakat jangan mengalami lagi pemadaman listrik,” kata Sutik.
Menurutnya, pemadaman yang terjadi pada September 2026 bukan kali pertama. Gangguan serupa, kata dia, juga sempat terjadi pada Mei dan Juli.
Sutik memahami persoalan teknis merupakan kewenangan PLN. Namun, dari sisi masyarakat, yang dibutuhkan adalah kepastian pasokan listrik, terutama untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas usaha.
“Memang begitu. Kita masih ikut dari Banjarmasin sana. Kalau dari sana ada gangguan, Kalteng mau tidak mau ikut terganggu,” ujarnya.
Ia menilai kondisi sistem kelistrikan yang masih saling terhubung tersebut perlu menjadi bahan evaluasi. Penguatan sistem dinilai penting untuk mengurangi dampak apabila terjadi gangguan pada jaringan pemasok.
Sutik berharap PLN dapat mengambil langkah untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Kalteng. Dengan demikian, gangguan teknis yang terjadi tidak terus berujung pada pemadaman di wilayah masyarakat.
“Harapannya pasokan listrik bisa lebih andal. Jangan sampai masyarakat terus yang dirugikan setiap ada gangguan teknis,” katanya. (*)
Editor: Logman Susilo








































