MUARA TEWEH – Masyarakat Barito Utara diharapkan tidak lagi harus bepergian ke luar daerah hanya untuk mendapatkan penanganan medis tertentu. Target tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, dalam mendorong transformasi pelayanan kesehatan di RSUD Muara Teweh.
Untuk mewujudkan hal itu, Pemerintah Kabupaten Barito Utara mulai mempelajari tata kelola dan pengembangan rumah sakit yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satunya melalui kegiatan kaji tiru di Rumah Sakit (RS) Lavalette, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026).
Rombongan dipimpin langsung Bupati Shalahuddin bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan manajemen RSUD Muara Teweh. Kedatangan mereka disambut Direktur RS Lavalette, drg. Indra Gunawan, M.Kes., QHIA.
Dalam sambutannya, Indra Gunawan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Barito Utara yang memilih RS Lavalette sebagai lokasi pembelajaran.
Ia menjelaskan, RS Lavalette merupakan rumah sakit tipe B di Kota Malang yang memiliki sejarah panjang dengan usia operasional sekitar 180 tahun. Saat ini, rumah sakit tersebut berada di bawah pengelolaan jaringan Indonesia Healthcare Corporation (IHC) yang menaungi sekitar 38 rumah sakit di Indonesia.
Menurutnya, peningkatan mutu pelayanan harus berjalan seiring dengan pengembangan fasilitas kesehatan dan penguatan sistem manajemen yang profesional.
“RS Lavalette terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan fasilitas kesehatan, serta penguatan sistem manajemen rumah sakit secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan pasien,” ujar Indra Gunawan.
Sementara itu, Bupati Shalahuddin menegaskan, kaji tiru tersebut bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan bagian dari langkah pemerintah daerah mempercepat pembenahan RSUD Muara Teweh agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap dan berkualitas.
Salah satu perhatian utama adalah pemenuhan tenaga medis, khususnya dokter spesialis dan subspesialis, serta penyesuaian terhadap regulasi pelayanan kesehatan.
“Kami ingin RSUD Muara Teweh tidak hanya megah secara fisik, tetapi diimbangi dengan kualitas SDM, ketersediaan dokter spesialis dan subspesialis, serta pelayanan yang ramah, cepat, dan tepat. Hal ini mendesak agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis tertentu,” jelas Shalahuddin.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan dukungan anggaran sektor kesehatan. Dukungan tersebut diperlukan agar pengembangan fasilitas medis dan peningkatan kualitas pelayanan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut Shalahuddin, pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan. Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, juga harus menjadi prioritas.
“Tantangan kita saat ini adalah membebaskan masyarakat dari ketertinggalan dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Masyarakat harus merdeka dari ketertinggalan dan mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas. Kami berharap RSUD Muara Teweh secara bertahap mampu mengejar standar pelayanan tingkat provinsi hingga nasional,” jelasnya.
Kegiatan kaji tiru kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi mengenai tata kelola pelayanan rumah sakit, peninjauan sejumlah fasilitas medis, serta diskusi teknis antara jajaran Pemkab Barito Utara dan manajemen RS Lavalette.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Barito Utara diharapkan memperoleh referensi dan praktik terbaik pengelolaan rumah sakit yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan daerah.
Fokusnya mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis, kelengkapan fasilitas medis, hingga pembenahan sistem pelayanan.
Dengan demikian, pengembangan RSUD Muara Teweh tidak hanya terlihat dari pembangunan gedung dan fasilitas fisik, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap, profesional, dan mudah dijangkau masyarakat Barito Utara. (*)
Editor: Sari Fatimah








































