MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Barut) mulai menyiapkan langkah pembenahan besar terhadap pelayanan air bersih. Antara lain, dengan mempelajari sistem pengelolaan Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, mulai dari penerapan teknologi digital, manajemen perusahaan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kaji tiru yang dipimpin langsung Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, didampingi Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Senin (2/11/2026). Rombongan diterima Direktur Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, bersama jajaran terkait.
Kunjungan ini bukan sekadar melihat sistem pengelolaan perusahaan air minum di daerah lain. Pemkab Barut ingin membawa pulang referensi dan pengalaman yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Tirta Mulia kepada masyarakat.
Direktur Perumda Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyatakan kesiapan pihaknya berbagi pengalaman dan pengetahuan, khususnya dalam pembenahan tata kelola perusahaan serta pemanfaatan teknologi digital.
“Kaji tiru ini menjadi momentum penting untuk saling berbagi pengalaman. Kami menyambut hangat kehadiran Pemerintah Kabupaten Barito Utara dan siap mendukung pembenahan tata kelola serta penerapan teknologi digitalisasi agar pelayanan air bersih dapat berjalan semakin profesional, andal, dan efisien,” ujar Priyo.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan bahwa peningkatan pelayanan air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah. Hal ini sejalan dengan Program Sebelas Dua Belas yang mencakup 11 program unggulan dan 12 kegiatan prioritas pembangunan Kabupaten Barito Utara.
Ia memaparkan, kapasitas produksi air di wilayah perkotaan Barito Utara saat ini mencapai 180 liter per detik. Angka tersebut terdiri dari kapasitas daerah sebesar 130 liter per detik dan tambahan 50 liter per detik melalui dukungan APBN.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendapatkan dukungan pembangunan reservoir di Desa Jingah untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih.
Namun, menurut Shalahuddin, peningkatan kapasitas produksi saja belum cukup. Pembenahan manajemen dan sistem hidrolika jaringan distribusi harus dilakukan agar air yang diproduksi dapat disalurkan secara optimal kepada masyarakat.
Terlebih, jumlah penduduk Barito Utara saat ini mencapai sekitar 194 ribu jiwa sehingga kebutuhan terhadap layanan air bersih yang andal terus menjadi perhatian.
“Pengelolaan dan pelayanan PDAM kita masih perlu banyak pembenahan. Target kami, pada tahun 2027 sudah terlihat perubahan signifikan, baik dari sisi manajemen, pelayanan, maupun infrastruktur pendukung,” tegas Shalahuddin.
Untuk mewujudkan target tersebut, ia meminta agar penyusunan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Perumda Tugu Tirta segera dipercepat sebagai landasan kerja sama.
Tidak hanya itu, pembenahan juga harus didukung program kerja yang terukur, perencanaan teknis melalui detail engineering design (DED), penyusunan rencana anggaran biaya (RAB), serta business plan yang komprehensif dengan tetap mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Sementara itu, Wakil Bupati Barito Utara Felix Sonadie Y. Tingan memberikan perhatian khusus terhadap penerapan teknologi pengawasan terintegrasi dan sensor digital yang digunakan Perumda Tugu Tirta Kota Malang.
Menurutnya, sistem tersebut dapat menjadi referensi dalam mengembangkan pengawasan dan pengendalian distribusi air di Barito Utara. Namun, modernisasi teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan tenaga kerja.
“Sistem pengawasan berbasis sensor dan panel kontrol terintegrasi di sini sangat modern dan sistematis, mirip dengan konsep smart farming. Namun, transformasi teknologi ini harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas SDM. Tidak mungkin teknologi berkembang pesat tetapi kemampuan tenaga teknis kita tertinggal. Keduanya harus beriringan agar pelayanan air minum yang aman dan berkualitas dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Felix.
Rombongan kemudian melanjutkan kegiatan dengan diskusi teknis serta meninjau ruang kendali (command center) dan instalasi pengolahan air milik Perumda Tugu Tirta Kota Malang.
Hasil kaji tiru tersebut diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun peta jalan pembenahan Perumda Tirta Mulia Kabupaten Barito Utara. Fokusnya mencakup perbaikan tata kelola perusahaan, peningkatan kompetensi SDM, serta pemanfaatan teknologi untuk pengawasan dan pengendalian distribusi air.
Pemkab Barut menargetkan pembenahan tersebut mulai menunjukkan perubahan nyata pada 2027, sehingga masyarakat dapat merasakan pelayanan air bersih yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan. (*)
Editor: Logman Susilo








































