AMPAH – Kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Ampera AY Mebas, berlanjut di Ampah II, Kecamatan Dusun Tengah, Kamis (8/4/2026). Dalam pertemuan ini, masyarakat kembali menyampaikan berbagai kebutuhan prioritas yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari.
Fokus aspirasi warga kali ini mengarah pada penguatan infrastruktur desa serta dukungan terhadap sektor pertanian agar lebih modern dan produktif.
Salah satu usulan yang mencuat adalah rehabilitasi jembatan gantung di Desa Ampah II. Jembatan tersebut selama ini menjadi akses vital warga dalam beraktivitas, sehingga perbaikannya dinilai mendesak demi keselamatan dan kelancaran mobilitas.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan siring guna mengatasi persoalan drainase yang kerap memicu genangan saat curah hujan tinggi.
Di bidang pelayanan masyarakat, kebutuhan sarana transportasi desa turut menjadi perhatian. Warga berharap adanya dukungan kendaraan operasional seperti mobil relawan dan ambulans untuk menunjang pelayanan, terutama dalam situasi darurat.
Sementara itu, sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat juga mendapat sorotan. Warga meminta peningkatan sistem irigasi persawahan agar distribusi air lebih merata dan mampu mendukung hasil panen.
Tak hanya itu, upaya modernisasi pertanian juga diharapkan melalui pengadaan dua unit traktor bagi kelompok tani. Bantuan alat tersebut dinilai akan mempercepat pengolahan lahan serta meningkatkan efisiensi kerja petani.
Ampera AY Mebas menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan menjadi catatan penting dalam memperjuangkan program pembangunan di tingkat provinsi.
“Reses ini menjadi sarana untuk memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar terserap. Infrastruktur dan pertanian tetap menjadi prioritas karena berdampak langsung pada kesejahteraan warga,” ujarnya.
Melalui reses ini, diharapkan berbagai usulan masyarakat dapat diakomodasi secara bertahap, sehingga pembangunan di wilayah Ampah II semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (man)
Editor: Logman Susilo








































