PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah, Riska Agustin meminta pemerintah daerah memastikan pembangunan tidak hanya berfokus di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau desa hingga daerah pelosok yang masih mengalami keterbatasan layanan dasar.
Menurut Riska, berbagai aspirasi masyarakat yang dihimpun saat pelaksanaan reses menunjukkan masih banyak persoalan mendasar yang perlu mendapat perhatian. Infrastruktur jalan rusak, minimnya fasilitas kesehatan, hingga keterbatasan sarana pendidikan menjadi keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat.
Ia menilai ketimpangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi agar seluruh masyarakat bisa merasakan pelayanan publik yang merata.
“Keluhan masyarakat saat reses masih didominasi kebutuhan dasar. Infrastruktur jalan, layanan kesehatan, dan pendidikan terutama di daerah terpencil masih menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai masukan masyarakat tersebut akan menjadi perhatian DPRD dalam pembahasan anggaran daerah. Meski saat ini pemerintah dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran, kebutuhan dasar masyarakat disebut tetap harus menjadi prioritas.
Selain infrastruktur, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Riska menyebut masih ada sejumlah sekolah di beberapa wilayah Kalteng yang memiliki fasilitas kurang memadai serta keterbatasan tenaga pengajar.
“Masih ada sekolah dengan kondisi fasilitas yang belum layak dan kekurangan tenaga pengajar. Ditambah lagi pembangunan jalan kewenangan provinsi juga belum sepenuhnya merata,” katanya.
Ia berharap pemerintah provinsi dapat mempercepat pemerataan pembangunan, terutama di wilayah pedalaman dan pelosok, agar akses masyarakat terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar semakin meningkat.
Menurut Riska, pembangunan yang merata akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah di Kalimantan Tengah. (*)
Editor: Logman Susilo









































