PALANGKA RAYA – Munculnya perhatian terhadap penyebaran Hantavirus mulai menjadi sorotan di Kalimantan Tengah. Meski belum masuk kategori wabah yang meluas, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga pola hidup sehat guna mencegah risiko penularan penyakit tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Amonius Tuyum meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait memperkuat langkah antisipasi sejak dini untuk mencegah potensi penyebaran penyakit tersebut di wilayah Kalteng.
Menurutnya, pengawasan terhadap mobilitas masyarakat melalui jalur transportasi seperti bandara, pelabuhan, dan terminal perlu diperketat sebagai langkah pencegahan awal.
“Penyakit menular seperti ini jangan dianggap biasa. Pemerintah harus cepat melakukan langkah antisipasi agar penyebarannya bisa dicegah sejak awal,” ujarnya.
Amonius mengatakan kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Hantavirus diketahui berkaitan dengan paparan hewan pengerat seperti tikus beserta urine, air liur, atau kotorannya yang dapat menjadi media penyebaran virus.
Sebab itu, masyarakat diminta lebih peduli terhadap kebersihan rumah dan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya tikus maupun hewan pengerat lainnya.
Selain menjaga sanitasi lingkungan, warga juga diimbau menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan makanan, serta rutin membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang tikus.
Amonius menilai pengalaman saat pandemi Covid-19 dapat menjadi pelajaran penting agar masyarakat tidak mengabaikan ancaman penyakit baru meskipun penyebarannya belum meluas.
“Kesadaran masyarakat sangat penting. Kalau lingkungan bersih dan kondisi tubuh sehat, risiko penularan tentu bisa ditekan,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah daerah menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait gejala, pola penularan, dan langkah pencegahan Hantavirus sehingga masyarakat tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi ancaman penyakit tersebut.
Organisasi kesehatan dunia menyebut sebagian besar Hantavirus menular melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, sementara penularan antarmanusia secara umum jarang terjadi dan hanya dilaporkan pada jenis tertentu. (*)
Editor: Logman Susilo









































