PALANGKA RAYA – Ancaman putusnya akses jalan di Desa Ramang, Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Freddy Ering. Kondisi badan jalan yang mengalami longsor dinilai semakin mengkhawatirkan dan perlu segera mendapat penanganan agar tidak menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat.
Permasalahan tersebut disampaikan warga saat kegiatan reses yang dilakukan Freddy di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) V. Warga meminta pemerintah tidak menunggu hingga akses utama desa benar-benar terputus sebelum dilakukan langkah penanganan.
“Warga meminta pemerintah segera menangani jalan desa yang longsor karena dikhawatirkan bisa putus total,” ujar Freddy.
Ia menjelaskan, jalan desa memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas masyarakat. Apabila akses utama terganggu, distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga dipastikan ikut terdampak.
Tidak hanya itu, kerusakan jalan juga dinilai dapat mengganggu sektor pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.
Menurut Freddy, persoalan infrastruktur pedesaan perlu menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama bagi wilayah yang mengalami kerusakan jalan cukup parah. Ia menilai keterlambatan penanganan justru dapat memperbesar risiko kerusakan serta meningkatkan biaya perbaikan di kemudian hari.
“Jangan sampai masyarakat kesulitan beraktivitas karena akses jalan tidak lagi bisa dilalui. Ini harus segera mendapat perhatian serius,” tegasnya.
Selain menyoroti kondisi jalan di Desa Ramang, Freddy juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat dari desa lainnya selama kegiatan reses.
Di Desa Bawan, masyarakat mengusulkan peningkatan kualitas jalan desa yang dinilai sudah tidak memadai. Selain itu, warga juga mengajukan bantuan hibah untuk renovasi rumah ibadah serta balai pertemuan warga.
Freddy menyebut keterbatasan anggaran desa masih menjadi kendala sehingga sejumlah fasilitas umum belum dapat diperbaiki secara maksimal.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan melalui program pembangunan maupun bantuan anggaran agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan dapat terpenuhi.
“Infrastruktur yang baik akan membuka akses ekonomi masyarakat dan mempercepat pembangunan desa,” pungkasnya. (*)
Editor: Logman Susilo









































