PALANGKA RAYA – Masyarakat di wilayah pelosok desa di Kalimantan Tengah masih menghadapi kesulitan untuk mengakses layanan Samsat. Kondisi ini terjadi karena warga harus datang ke ibu kota kabupaten untuk membayar pajak kendaraan bermotor.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalteng, Muhajirin, meminta pemerintah daerah memperluas jangkauan layanan Samsat hingga ke daerah terpencil. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dalam pembayaran pajak kendaraan masih dilema, khususnya masyarakat yang tinggal di pelosok desa. Makanya untuk pengoptimalan PAD perlu adanya jangkauan layanan Samsat di pelosok,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Muhajirin menjelaskan, pihaknya baru saja melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Seruyan. Dari hasil kunjungan tersebut, diketahui bahwa layanan Samsat belum sepenuhnya menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.
Ia menilai keterbatasan akses menjadi salah satu faktor rendahnya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor, khususnya di wilayah terpencil.
Meski begitu, ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah Seruyan yang telah menganggarkan dukungan operasional Samsat guna membantu aparat menjangkau wilayah yang jauh dari pusat layanan.
Muhajirin menegaskan, peningkatan layanan Samsat tidak hanya diperlukan di Seruyan, tetapi juga di kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Tengah.
Ia berharap ada penguatan koordinasi lintas instansi agar pelayanan pajak kendaraan bermotor semakin mudah diakses masyarakat, sehingga target PAD daerah dapat tercapai secara optimal. (*/ak)
Editor: Logman Susilo








































