JAKARTA – Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian terus dilakukan. Peserta didik Sespimti Polri Dikreg ke-35, Elieser Dharma Bahagia Ginting, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema penguatan pendidikan dan pelatihan jabatan fungsional assessor, di Jakarta, Kamis (12/2/2026).
FGD tersebut mengangkat tema Strategi Pengembangan Diklat Jabfung Assessor guna Meningkatkan Kapabilitas Asesor SDM Polri dalam Rangka Mendukung Polri Presisi. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari praktisi manajemen SDM, unsur pendidikan kepolisian, serta pejabat pembina jabatan fungsional di lingkungan SSDM Polri.
Diskusi berlangsung interaktif dengan menyoroti pentingnya penguatan peran assessor sebagai ujung tombak dalam sistem manajemen SDM yang unggul, adaptif, serta mendukung penerapan merit system di tubuh Polri.
Dalam pemaparannya, Kombes Pol Elieser Dharma Bahagia Ginting menegaskan bahwa keberhasilan transformasi menuju Polri yang Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan (Presisi) sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan SDM.
Menurutnya, assessor memiliki posisi strategis dalam memastikan proses penilaian kompetensi, promosi jabatan, hingga pemetaan talenta berjalan secara objektif, akuntabel, dan berbasis kompetensi.
“Pengembangan Diklat Jabfung Assessor harus dirancang adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis, perkembangan teknologi, serta tuntutan organisasi yang semakin kompleks,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah strategi turut dibahas, antara lain penyempurnaan kurikulum Diklat Jabfung berbasis kompetensi yang selaras dengan kebutuhan organisasi dan arah kebijakan Polri Presisi. Kurikulum tidak hanya menitikberatkan pada aspek teknis assessment, tetapi juga memperkuat kemampuan analisis, integritas, independensi, serta pemahaman manajemen talenta modern.
Selain itu, peserta FGD juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas tenaga pengajar dan penguji melalui sertifikasi profesional serta kerja sama dengan lembaga yang kompeten di bidang assessment center. Standar yang terukur dan terintegrasi dinilai mampu menghasilkan assessor SDM yang dapat memberikan rekomendasi strategis bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan pertimbangan pimpinan Polri dalam menyusun kebijakan pengembangan jabatan fungsional assessor secara berkelanjutan.
FGD tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi akademik dan strategis dari Serdik Sespimti Polri Dikreg ke-35 dalam mendukung terwujudnya Polri Presisi. Dengan penguatan Diklat Jabfung Assessor yang terstruktur, adaptif, dan berbasis kebutuhan organisasi, Polri optimistis mampu membangun sistem SDM yang profesional, modern, dan terpercaya sebagai fondasi utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung pembangunan nasional. (*)
Editor: Logman Susilo









































