PALANGKA RAYA – Persoalan air bersih menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat saat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. Ampera A.Y. Mebas, MM., MH., melaksanakan reses perseorangan di Kabupaten Barito Timur (Bartim).
Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng IV itu berlangsung selama lima hari, 24-28 Agustus 2026, dengan menyambangi sejumlah desa dan instansi.
Ampera mengawali kegiatan di Desa Gumpa, Kecamatan Dusun Timur, Senin (24/8). Sehari berikutnya, ia mengunjungi Desa Patung dan Desa Rodok, Kecamatan Dusun Tengah.
Kemudian pada Rabu (26/8), reses dilanjutkan ke Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur. Berikutnya, Kamis (27/8), Ampera menyambangi Desa Matarah, Kecamatan Dusun Timur, dan Desa Bangkirayen, Kecamatan Awang.
Rangkaian reses ditutup dengan kunjungan ke Desa Gudang Seng dan Desa Bagok, Kecamatan Benua Lima, Jumat (28/8).
Dari pertemuan dengan masyarakat, berbagai kebutuhan pembangunan disampaikan secara langsung kepada wakil rakyat tersebut. Salah satu yang cukup banyak menjadi perhatian adalah kebutuhan air bersih.
“Banyak permintaan air bersih,” ujar Ampera, Senin (1/9/2026).
Selain air bersih, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait sektor pertanian dan perkebunan. Di antaranya kebutuhan bibit kelapa sawit, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pengembangan kawasan pertanian yang didukung sistem pengairan.
Termasuk pula aspirasi terkait keberadaan pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) yang dinilai penting untuk mendukung pengembangan komoditas sawit masyarakat.
Mantan Bupati Bartim dua periode itu mengatakan, seluruh aspirasi yang dihimpun selama pelaksanaan reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan melalui DPRD Provinsi Kalteng.
“Bibit sawit, pabrik CPO, pertanian, alsintan, pupuk, daerah pertanian pengairan,” ungkapnya terkait sejumlah aspirasi yang diterima selama turun ke lapangan.
Menurutnya, kegiatan reses menjadi kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sekaligus melihat kondisi di lapangan.
Aspirasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan dalam mendorong program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah Dapil Kalteng IV.
Selain persoalan sektor pertanian, kebutuhan dasar seperti air bersih juga menjadi perhatian yang perlu mendapat tindak lanjut dari pemerintah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran yang tersedia. (man)
Editor: Logman Susilo








































