PURUK CAHU – Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Bebie, meminta perusahaan maupun pihak yang melakukan mobilisasi alat berat mengutamakan keselamatan masyarakat.
Imbauan tersebut disampaikan Bebie menyusul insiden kendaraan long bed pengangkut dozer di Kelurahan Saripoi, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Murung Raya, Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Kendaraan tersebut dikabarkan mengalami insiden yang diduga akibat rem blong hingga menghantam rumah warga. Akibat kejadian itu, rumah mengalami kerusakan cukup berat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Bebie menilai kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan dan seluruh pihak yang melakukan mobilisasi alat berat. Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh dikesampingkan hanya demi mengejar efisiensi waktu maupun biaya.
“Kita tidak ingin ada korban jiwa baru kemudian kita melakukan evaluasi. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tegas Bebie.
Ia meminta setiap perusahaan memastikan kondisi dan kelayakan jalur sebelum melakukan mobilisasi. Pemeriksaan tersebut mencakup kondisi badan jalan, lebar jalan, tikungan, tanjakan, jembatan, fasilitas umum hingga tingkat kepadatan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, jalur yang akan dilalui kendaraan pengangkut alat berat perlu dipetakan dan dinilai terlebih dahulu melalui road assessment untuk mengidentifikasi potensi risiko.
“Jangan hanya melihat apakah kendaraan bisa lewat. Kita harus melihat juga risiko terhadap masyarakat. Jalan itu digunakan bersama. Karena itu, keselamatan pengguna jalan dan warga yang tinggal di sepanjang lintasan harus menjadi pertimbangan,” ujarnya.
Bebie juga meminta perusahaan tidak memaksakan penggunaan jalur yang melewati kawasan permukiman padat apabila tersedia jalur alternatif yang secara teknis dan hukum dapat digunakan.
“Kalau memang ada jalur alternatif yang secara teknis dan hukum dapat digunakan, sebaiknya jangan memaksakan angkutan berisiko tinggi melewati pemukiman padat penduduk,” katanya.
Ia menegaskan, mobilisasi alat berat membutuhkan perencanaan yang matang, terutama ketika lintasan bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat.
“Kalau ada jalur alternatif yang lebih aman, tentu itu harus menjadi pertimbangan. Jangan sampai karena mengejar efisiensi waktu atau biaya, justru keselamatan masyarakat yang dikorbankan,” pungkas Bebie. (wan)
Editor: Logman Susilo
Ikuti saluran ayokalteng di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbC1QZ4KGGGAxXIeWX2n







































