PURUK CAHU – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, menilai perempuan memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, baik sejak masa perjuangan kemerdekaan maupun dalam pembangunan di era sekarang.
Menurut Dina, perempuan tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai penggerak keluarga, pendidik generasi, pelaku ekonomi hingga bagian dari proses pembangunan daerah.
Ia mengatakan, memaknai kemerdekaan dari perspektif perempuan tidak cukup hanya dengan melihat terbebasnya bangsa dari penjajahan. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kesempatan yang adil bagi perempuan untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi, berkarya, menyampaikan aspirasi dan terlibat dalam pembangunan.
“Dulu perempuan ikut berjuang merebut kemerdekaan. Hari ini perjuangan perempuan memiliki bentuk yang berbeda. Perempuan harus mampu mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, daerah dan bangsa,” ujar Dina.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menegaskan, perempuan tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan. Perempuan perlu diberikan ruang untuk menjadi subjek sekaligus ikut menentukan arah pembangunan.
Menurutnya, ketika perempuan memiliki akses pendidikan, kesempatan berkarya dan ruang berpartisipasi yang memadai, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh perempuan itu sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Memerdekakan perempuan bukan berarti menempatkan perempuan untuk bersaing dengan laki-laki. Tetapi memberikan kesempatan yang adil agar setiap orang dapat berkembang sesuai kemampuan dan potensinya,” katanya.
Dina juga menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda. Keluarga menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi anak, sehingga peran perempuan sebagai ibu, pendidik maupun anggota masyarakat turut menentukan kualitas generasi mendatang.
Menurutnya, momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat agar tidak ada perempuan yang tertinggal karena keterbatasan pendidikan, kesempatan ekonomi maupun akses terhadap pembangunan.
Ia juga menekankan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui terciptanya lingkungan sosial yang aman, adil dan menghormati martabat setiap orang.
“Apa arti kemerdekaan bagi perempuan jika masih ada yang takut bersuara, takut menentukan masa depan, atau mendapatkan perlakuan yang tidak adil? Semangat kemerdekaan harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari melalui penghormatan, kepedulian dan kesempatan yang setara,” tegasnya.
Dina berharap perempuan di Murung Raya semakin percaya diri untuk meningkatkan kapasitas, mengembangkan potensi dan mengambil peran dalam berbagai bidang.
Ia mengajak seluruh masyarakat memandang kemerdekaan sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, pemuda maupun perempuan memiliki peran dalam menentukan arah pembangunan Murung Raya ke depan.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang apa yang telah kita terima dari perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan juga tentang apa yang mampu kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Dina menambahkan, semangat kemerdekaan akan semakin bermakna apabila diwujudkan melalui kepedulian sosial, gotong royong, penghormatan terhadap sesama serta keberanian memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Perempuan bukan hanya bagian dari sejarah kemerdekaan, tetapi juga bagian dari masa depan Indonesia. Mari isi kemerdekaan dengan ilmu, keberanian, kepedulian dan karya. Karena ketika perempuan maju, keluarga tumbuh kuat dan masyarakat pun ikut berkembang,” pungkasnya. (wan)
Editor: Logman Susilo
Ikuti saluran ayokalteng di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbC1QZ4KGGGAxXIeWX2n







































