PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah optimistis target pendapatan daerah tahun anggaran 2026 sebesar sekitar Rp5,4 triliun dapat tercapai hingga akhir tahun. Meski demikian, pemerintah provinsi diminta segera menyesuaikan belanja daerah sesuai rekomendasi hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi, mengatakan keyakinan tersebut didasarkan pada penjelasan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) yang menyebut realisasi pendapatan masih berjalan sesuai target.
“Kami optimistis target pendapatan sekitar Rp5,4 triliun bisa tercapai sampai akhir tahun. Bapenda juga menyampaikan realisasinya masih sesuai target, sehingga kami yakin pendapatan daerah dapat terpenuhi,” ujar Junaidi, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, target pendapatan tersebut terdiri atas pendapatan murni sekitar Rp5,1 triliun ditambah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sekitar Rp336 miliar.
Menurutnya, apabila target pendapatan tercapai, perhatian pemerintah daerah harus difokuskan pada penyesuaian belanja melalui APBD Perubahan agar selaras dengan rekomendasi BPK dan berbagai kewajiban yang harus diselesaikan.
“Kalau pendapatannya tercapai, sekarang yang harus dirapikan adalah sisi belanja. APBD Perubahan harus disesuaikan karena ada sejumlah rekomendasi BPK dan kewajiban pemerintah yang wajib diselesaikan,” tegasnya.
Junaidi berharap penyesuaian anggaran dilakukan secara cermat sehingga program-program prioritas tetap berjalan, sekaligus menjaga pengelolaan keuangan daerah tetap sehat, efektif, dan akuntabel hingga akhir tahun anggaran 2026. (*)
Editor: Logman Susilo








































