PALANGKA RAYA – Harapan membuka akses darat Pekahi-Mendawai sepanjang sekitar 90 kilometer kembali didorong DPRD Kalimantan Tengah. Ruas yang menghubungkan Katingan Kuala, Katingan I, Katingan II hingga Mendawai itu dinilai bisa menjadi jalur penting untuk memperlancar mobilitas sekaligus memangkas biaya distribusi masyarakat.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng Junaidi mengatakan, keberadaan akses tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama dalam membawa hasil pertanian dan perikanan menuju Kasongan.
“Kalau akses ini terbuka, hasil produksi masyarakat bisa langsung dibawa ke Kasongan sehingga ongkos angkut lebih murah,” kata Junaidi, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, pembangunan ruas tersebut memang bukan pekerjaan mudah. Sebagian jalur melewati kawasan gambut, rawa hingga danau sehingga membutuhkan konstruksi khusus.
Dari total sekitar 90 kilometer, terdapat sekitar 14 kilometer ruas yang membutuhkan penanganan khusus agar nantinya dapat dilalui masyarakat dengan aman.
Junaidi menilai, keterbatasan anggaran jangan sampai membuat konektivitas masyarakat terhenti. Jika pembangunan jalan belum bisa dituntaskan dalam waktu dekat, pemerintah dapat mengoptimalkan jalur sungai sebagai solusi sementara.
“Terusan Hantipan bisa dikeruk dan ditata agar mobilitas masyarakat serta distribusi barang tetap berjalan,” ujarnya.
Ia menyebut, akses yang lebih dekat akan memberikan keuntungan besar bagi masyarakat. Hasil produksi seperti padi, jagung, ikan dan komoditas lainnya dapat dibawa langsung menuju Kasongan tanpa harus menempuh jalur memutar melalui daerah lain.
“Kami ingin hasil produksi Katingan bisa langsung dipasarkan di Kasongan sehingga biaya distribusinya lebih efisien,” tegasnya.
Karena itu, DPRD Kalteng mendorong Pemprov Kalteng bersama Pemkab Katingan tidak hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah. Dukungan pemerintah pusat perlu diusulkan untuk membantu menuntaskan pembangunan ruas Pekahi-Mendawai.
Menurut Junaidi, pembukaan akses tersebut harus dilihat sebagai investasi jangka panjang bagi konektivitas dan perekonomian masyarakat.
“Jangka pendek kita optimalkan jalur sungai, tetapi jangka panjang jalan ini harus dibuka dan difungsikan,” pungkas Junaidi. (*)
Editor: Logman Susilo








































