PALANGKA RAYA – Maraknya kasus penipuan berkedok investasi kembali menjadi perhatian serius. Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sengkon, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.
Menurutnya, investasi memang bisa menjadi salah satu cara meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Namun, masyarakat harus cermat karena tidak semua produk investasi yang beredar dapat dipercaya.
“Investasi dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, namun perlu diingat bahwa tidak semua tawaran investasi yang ada di pasaran dapat dipercaya,” ujar Sengkon, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan, banyak korban investasi bodong terjadi akibat kurangnya kehati-hatian serta minimnya verifikasi sebelum mengambil keputusan. Tawaran keuntungan tinggi dalam waktu singkat kerap menjadi jebakan yang berujung kerugian besar.
Sengkon mengungkapkan, ada beberapa langkah penting yang perlu dilakukan sebelum berinvestasi. Di antaranya memastikan legalitas perusahaan atau badan usaha, memeriksa izin operasional, serta menelusuri rekam jejak dan reputasi pihak yang menawarkan investasi.
Selain itu, masyarakat juga diminta memahami secara menyeluruh produk investasi yang dipilih, termasuk potensi risiko dan mekanisme pengembalian dana.
“Kita tidak hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga harus memahami risiko yang mungkin terjadi. Pastikan investasi tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu mencari informasi tambahan apabila merasa kurang yakin. Konsultasi dengan lembaga resmi dinilai penting untuk menghindari praktik penipuan.
Salah satu lembaga yang bisa dihubungi adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memiliki peran dalam mengawasi serta memberikan informasi terkait produk keuangan yang legal dan terpercaya.
Ia mengharapkan, dengan meningkatnya literasi keuangan dan kewaspadaan masyarakat, kasus investasi bodong dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat berinvestasi secara aman dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi. (*)
Editor: Logman Susilo









































