TAMIANG LAYANG – Program swasembada pangan nasional terus diperkuat di berbagai daerah. Salah satunya melalui kegiatan panen jagung kuartal I tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Murutuwu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Senin (30/3/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan Dinas Pertanian, Kapolsek Dusun Timur bersama personel, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Paju Epat, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barito Timur, kelompok tani, hingga masyarakat setempat.
Panen dilakukan di lahan binaan Polri milik warga, Bertulumeus Nyampai, dengan total luas sekitar 2 hektare dan luas tanam efektif 1,5 hektare. Komoditas jagung yang dipanen merupakan hasil penanaman sejak 19 November 2025.
Kapolres Barito Timur AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Timur IPDA Sulkhan Sururi menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan panen jagung ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil panen, produktivitas jagung tercatat sekitar 4,034 ton per hektare. Dari total luas tanam 1,5 hektare, diperoleh hasil panen sebesar 6,051 ton dalam bentuk bonggol.
Meski demikian, capaian tersebut diakui belum maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca, mengingat lahan pertanian masih mengandalkan sistem tadah hujan serta penyiraman manual.
Pada masa tanam, bahkan sempat terjadi kekeringan selama kurang lebih satu bulan yang berdampak pada pertumbuhan dan hasil produksi tanaman jagung.
Dalam proses budidaya, petani menggunakan benih bantuan dari Dinas Pertanian jenis Titian 19, pupuk NPK, pupuk kandang, serta melakukan pengendalian hama menggunakan insektisida.
IPDA Sulkhan Sururi menambahkan, berdasarkan keterangan Kepala Desa Murutuwu, pemerintah desa berencana meningkatkan dukungan pada musim tanam berikutnya melalui alokasi anggaran APBDes.
“Pemerintah desa akan mengupayakan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air, serta menjalin kerja sama dengan perusahaan di sekitar wilayah. Harapannya, hasil panen ke depan bisa lebih maksimal,” jelasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Barito Timur. (*)
Editor: Logman Susilo







































