Palangka Raya – Pembangunan infrastruktur di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai masih tertinggal dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah di semua tingkatan.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kalteng, Habib Sayid Abdurrahman, usai melakukan reses di Kabupaten Barito Utara (Barut) beberapa waktu lalu. Ia menyebut, keluhan masyarakat terkait minimnya pemerataan pembangunan kerap muncul, terutama di wilayah pedalaman dan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.
“Keluhan paling dominan adalah soal pemerataan pembangunan. Ini harus menjadi perhatian pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat,” ujar Habib Sayid, Sabtu (15/11/2025).
Politikus PKB ini menekankan bahwa masyarakat sangat membutuhkan pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan dan jembatan, yang kondisinya saat ini dianggap mendesak untuk dibangun maupun diperbaiki.
“Warga di kawasan DAS Barito merasa ada ketimpangan dibanding wilayah lain,” tambahnya.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai sangat penting karena berdampak langsung terhadap akses pelayanan publik dan perekonomian masyarakat setempat.
“Akses yang buruk menyebabkan harga kebutuhan pokok mahal dan tidak stabil, menyulitkan anak-anak menuju sekolah, hingga menghambat warga yang butuh layanan kesehatan cepat,” pungkasnya.
Habib meminta pemerintah lebih serius menanggapi aspirasi ini demi mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga dan berada di jalur sungai. (AK)









































