MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara bergerak cepat mengantisipasi potensi terganggunya distribusi air bersih akibat musim kemarau. Berbagai langkah strategis disiapkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski debit air baku terus mengalami penurunan.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM yang dipimpin Bupati Barito Utara H Shalahuddin di Ruang Rapat A Setda Barito Utara, Selasa (28/7/2026).
Rapat dihadiri Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) H Rody, Dewan Pengawas PDAM Rahmadi, serta jajaran terkait. Fokus pembahasan diarahkan pada strategi menjaga kelancaran distribusi air bersih selama musim kemarau.
Dalam rapat tersebut, Dewan Pengawas PDAM Rahmadi mengusulkan penyesuaian teknis pada sistem pengambilan air (intake) agar pasokan air baku dapat lebih cepat dialirkan menuju instalasi pengolahan. Langkah itu dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses produksi sekaligus menjaga kontinuitas distribusi air kepada pelanggan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Shalahuddin meminta seluruh perangkat terkait bekerja secara terencana dan terukur dalam menghadapi tantangan penyediaan air bersih.
“Kita harus bekerja dengan perencanaan, program, dan strategi yang jelas. Pastikan kita selalu punya target penyelesaian jangka pendek dan jangka panjang dalam memberikan pelayanan air bersih di segala kondisi musim,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, PDAM akan melakukan penyesuaian teknis pada sistem intake serta menambah kapasitas mesin penyedot air guna mengoptimalkan pasokan air baku menuju instalasi pengolahan.
Menurut Bupati, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas distribusi air bersih ke rumah-rumah pelanggan selama musim kemarau berlangsung.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, berbagai upaya akan terus dilakukan agar pasokan air tetap terjaga meski menghadapi tantangan penurunan debit air baku pada musim kemarau. (wan)
Editor: Logman Susilo







































