KUALA KAPUAS – Memasuki masa purna tugas bukan berarti berhenti mengabdi. Pengalaman dan pengetahuan para purna bakti aparatur sipil negara (ASN) justru dinilai masih dibutuhkan untuk memberikan masukan bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Kapuas, Ardiansah, S.Hut., M.M., saat menyampaikan ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Tahun 2026, Sabtu (25/7/2026).
“Saya atas nama lembaga dan pribadi mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-64 kepada seluruh keluarga besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia, khususnya PWRI Kabupaten Kapuas. Semoga PWRI semakin solid, sehat, dan terus menjadi organisasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta daerah,” ujar Ardiansah.
Ardiansah memberikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian para purna bakti ASN yang selama bertahun-tahun telah memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, PWRI memiliki peran strategis sebagai wadah berhimpunnya para pensiunan ASN yang memiliki pengalaman, pengetahuan, serta kebijaksanaan. Modal tersebut dinilai dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Kapuas.
“Masa purna tugas bukan berarti berakhirnya pengabdian kepada bangsa dan daerah. Sebaliknya, para anggota PWRI tetap memiliki peran penting melalui pemikiran, pengalaman, dan keteladanan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus maupun pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi anggota PWRI yang selama aktif bekerja telah mengabdikan diri dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan hingga pembangunan daerah.
Ardiansah menilai pengalaman panjang para purna bakti dapat menjadi salah satu sumber masukan dalam merumuskan kebijakan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD dan PWRI dinilai perlu terus dijaga.
“Sekali lagi atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Kapuas, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota PWRI atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas sebagai aparatur negara,” katanya.
Ia berharap PWRI tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi para purna bakti, tetapi juga terus mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Semoga PWRI terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan sumbangsih pemikiran demi kemajuan Kabupaten Kapuas,” lanjutnya.
Politisi Partai Golkar ini berharap, di usia ke-64 tahun, PWRI semakin maju dan mandiri serta tetap aktif memberikan kontribusi bagi masyarakat. Semangat kebersamaan dan pengalaman para purna bakti diharapkan terus menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan Kabupaten Kapuas yang berkelanjutan. (*)
Editor: Sari Fatimah








































