PALANGKA RAYA – Aksi warga yang rela patungan untuk memperbaiki jalan nasional rusak di wilayah Muara Teweh mendapat perhatian serius dari DPRD Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa penanganan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat perlu mendapat perhatian lebih.
Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono, mengaku prihatin atas kondisi yang terjadi. Menurutnya, masyarakat seharusnya tidak sampai mengeluarkan biaya sendiri untuk memperbaiki jalan nasional yang merupakan tanggung jawab pemerintah.
“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Masyarakat sampai harus mengumpulkan dana sendiri untuk memperbaiki jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara,” kata Purdiono.
Ia menegaskan, persoalan kerusakan jalan nasional tidak hanya terjadi di Muara Teweh. Di sejumlah daerah lain di Kalimantan Tengah, masih terdapat ruas jalan yang memerlukan perhatian dan peningkatan kualitas agar mampu menunjang mobilitas masyarakat.
“Persoalan jalan nasional tidak hanya terjadi di Muara Teweh. Masih banyak ruas jalan yang kondisinya belum maksimal untuk dilewati,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurut Purdiono, peningkatan kapasitas dan kualitas jalan sudah menjadi kebutuhan mendesak. Selain untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, hal itu juga penting untuk mendukung kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai perkembangan jumlah kendaraan yang terus meningkat harus diimbangi dengan kondisi infrastruktur yang memadai. Jika tidak, kerusakan jalan akan semakin cepat terjadi dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
“Sekarang kapasitas dan kualitas jalan sudah harus ditingkatkan karena jumlah kendaraan terus bertambah. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat lambannya perbaikan infrastruktur,” tegasnya.
Purdiono berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas-ruas jalan nasional yang rusak di Kalimantan Tengah. Dengan kondisi jalan yang baik, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
Sorotan ini muncul setelah aksi gotong royong warga memperbaiki jalan nasional di Muara Teweh menjadi perhatian publik. Warga bahkan harus melakukan penggalangan dana secara swadaya agar kerusakan jalan tidak semakin membahayakan pengguna jalan yang melintas. (*)
Editor: Logman Susilo









































