PALANGKA RAYA – Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka Hari Jadi ke-69 Kalteng mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Program tersebut dinilai menjadi langkah nyata pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Nyelong Inga Simon menilai pelaksanaan program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah yang masih merasakan dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasaran.
Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui program pangan murah menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini masih membutuhkan dukungan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
“Program seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. Saat harga bahan pokok cenderung naik, kehadiran pemerintah melalui GPM tentu memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Ia mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih memerlukan perhatian serius, sehingga berbagai program yang menyentuh kebutuhan langsung warga perlu terus diperkuat dan diperluas jangkauannya.
Menurut Nyelong, Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih rendah, namun juga dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Selain itu, ia menilai program pasar murah memiliki peran penting, terutama saat memasuki momentum tertentu seperti hari besar keagamaan ataupun periode lain yang biasanya memicu kenaikan harga bahan pangan di pasaran.
“Keberadaan program seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah di Kalteng,” katanya.
Sebelumnya, ribuan warga memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemprov Kalteng beberapa waktu lalu. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak kegiatan dimulai, bahkan warga rela mengantre demi mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Program yang menyasar sekitar 5.600 penerima manfaat tersebut dinilai menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah. (*)
Editor: Logman Susilo







































