PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik menyebut persoalan wilayah blank spot atau daerah tanpa akses jaringan internet di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini hampir sepenuhnya teratasi.
Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil reses yang dilakukannya di daerah pemilihan (Dapil) II meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan.
Menurut Sutik, perkembangan infrastruktur telekomunikasi di wilayah pedesaan maupun pelosok menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu berdampak langsung terhadap semakin mudahnya masyarakat mengakses layanan komunikasi dan internet.
“Berdasarkan hasil reses, hampir tidak ditemukan lagi wilayah yang benar-benar blank spot karena sebagian besar sudah terjangkau jaringan internet,” kata Sutik, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya masih banyak masyarakat di sejumlah desa yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan sinyal telepon maupun akses internet. Namun kini, keluhan tersebut mulai berkurang seiring meningkatnya pemerataan jaringan telekomunikasi di wilayah Kotim.
“Keluhan masyarakat terkait sulitnya akses sinyal juga sudah mulai jarang terdengar dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, membaiknya akses jaringan komunikasi menjadi langkah penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, terutama di bidang pendidikan, pelayanan publik, perdagangan hingga akses informasi bagi warga di daerah terpencil.
Sutik menilai keberadaan jaringan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam mendukung perkembangan ekonomi digital dan pelayanan pemerintahan berbasis teknologi.
Meski demikian, ia berharap peningkatan kualitas jaringan tetap menjadi perhatian pemerintah dan pihak terkait, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan sinyal atau kualitas internet yang belum stabil.
Ia juga mendorong agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi terus dilakukan secara merata hingga menjangkau seluruh desa agar masyarakat dapat menikmati layanan komunikasi yang lebih baik tanpa kesenjangan akses.
“Harapannya tentu pemerataan jaringan ini terus ditingkatkan agar seluruh masyarakat, termasuk di wilayah pelosok, dapat menikmati akses internet yang stabil dan berkualitas,” pungkasnya. (*)
Editor: Logman Susilo








































