TAMIANG LAYANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Timur menggelar Rapat Paripurna VI Masa Sidang II Tahun Sidang 2026 dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025, Rabu (25/3/2026).
Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Nursulistio, didampingi Wakil Ketua I dan II, Mardianto dan Eskop.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Barito Timur M. Yamin bersama Sekretaris Daerah Misnohartaku, jajaran kepala perangkat daerah, camat, serta undangan lainnya.
Dalam pidato pengantarnya, Bupati M. Yamin terlebih dahulu menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah serta Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, seraya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan semangat membangun daerah.
Ia menjelaskan, penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025 merupakan amanat peraturan perundang-undangan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan daerah selama satu tahun.
“LKPJ ini menjadi gambaran capaian kinerja pembangunan sekaligus bahan evaluasi terhadap pelaksanaan RKPD dan RPJMD, guna perbaikan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Bupati juga memaparkan bahwa tema pembangunan Kabupaten Barito Timur Tahun 2025 adalah “Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan (Green Growth) melalui Investasi dan Infrastruktur”, dengan fokus pada penguatan sektor berbasis sumber daya lokal.
Secara umum, capaian indikator makro daerah menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barito Timur tercatat sebesar 3,9 persen.
Selain itu, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku mencapai Rp94,05 juta, sedangkan harga konstan sebesar Rp52,56 juta.
Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 6,1 persen, sementara kemiskinan ekstrem turun menjadi 1,9 persen. Tingkat pengangguran terbuka juga menurun menjadi 3,15 persen.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 75,5 poin dengan gini rasio sebesar 0,318.
Bupati Yamin menyebutkan, sebanyak 20 program prioritas daerah telah berjalan dengan capaian yang cukup baik di berbagai sektor. Di bidang kesehatan, program home visit lansia telah menjangkau 100 persen desa. Sementara pembangunan RSUD Tipe B menunjukkan progres awal sebesar 5 persen.
Pada sektor infrastruktur dan pelayanan dasar, program 1 Desa 1 WiFi telah menjangkau 39 desa, melampaui target awal. Program perpustakaan digital juga telah hadir di 30 desa, serta cakupan air bersih pedesaan mencapai 98 persen.
Dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, program pelatihan tenaga kerja telah menjangkau 611 orang, sementara program beasiswa telah diberikan kepada 157 penerima. Selain itu, program bedah rumah terealisasi sebanyak 20 unit.
Di sektor sumber daya manusia, program makan bergizi telah menjangkau seluruh sasaran, serta capaian desa bebas stunting mencapai 80,84 persen, melampaui target yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Barito Timur juga mencatat sejumlah prestasi, di antaranya meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI serta menjadi daerah dengan penurunan kemiskinan tertinggi di Kalimantan Tengah.
Selain itu, Puskesmas Tamiang Layang berhasil meraih akreditasi Paripurna, serta berbagai penghargaan di bidang kesehatan dan literasi tingkat provinsi.
Dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp1,349 triliun atau 103 persen dari target. Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp1,302 triliun atau 91,48 persen. Adapun Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tercatat sebesar Rp163,93 miliar.
Bupati Yamin menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia juga berharap DPRD dapat memberikan masukan dan rekomendasi sebagai bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan ke depan.
“Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan dan petunjuk dalam membangun Kabupaten Barito Timur yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis,” pungkasnya. (man)
Editor: Sari Fatimah







































