MUARA TEWEH – Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara berkolaborasi dengan Densus 88 AT Polri menggelar sosialisasi paham radikalisme bagi anak dan remaja di Gedung Balai Antang, Muara Teweh, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman serta kewaspadaan generasi muda terhadap pengaruh paham radikal yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.
Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Densus 88 AT Polri melalui perwakilannya, Ganjar Satriono, yang menjabat sebagai Panit Satgas Wilayah Kalimantan Tengah. Peserta kegiatan terdiri dari perwakilan siswa tingkat SLTA se-Kabupaten Barito Utara serta turut dihadiri Duta GenRe Barito Utara.
Dalam sambutan Ketua TP PKK Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, yang dibacakan Ketua GOW Barito Utara Mira Apriyantinada Felix Y. Tingan, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen PKK dalam mendukung pembinaan generasi muda agar tumbuh dengan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan cinta tanah air.
“Kami berharap melalui sosialisasi ini, anak-anak dan remaja memiliki pemahaman yang benar serta mampu menangkal pengaruh radikalisme sejak dini. Peran keluarga sangat penting dalam membimbing dan mengawasi perkembangan anak,” ujarnya.
Sementara itu, IPTU Ganjar Satriono memaparkan materi mengenai bahaya radikalisme, pola penyebarannya, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh keluarga dan lingkungan sekitar. Ia menjelaskan bahwa radikalisme kerap menyasar anak dan remaja melalui media sosial serta pergaulan yang tidak terkontrol.
Menurutnya, literasi digital, pengawasan orang tua, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan sejak dini menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran paham radikal di kalangan generasi muda.
TP PKK Barito Utara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan radikalisme. Dengan sinergi yang kuat antara keluarga, sekolah, dan aparat terkait, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan berlandaskan semangat persatuan di daerah tersebut. (wan)
Editor: Logman Susilo









































