PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat digitalisasi serta kekompakan internal guna menghadapi tantangan pendidikan tahun 2026.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal dan ramah tamah yang digelar di Aula Berkah Disdik Kalteng, Senin (5/1/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menekankan pentingnya forum diskusi sebagai wadah menyerap aspirasi seluruh pegawai.
“Saya ingin ada forum diskusi. Kita saling menyampaikan pendapat dan masukan, karena kita adalah pejuang pendidikan,” ujarnya.
Menurut Reza, tantangan pendidikan tidak hanya terletak pada keterbatasan infrastruktur, tetapi juga pada keberanian untuk berinovasi dalam menciptakan terobosan baru.
Ia mengungkapkan, capaian sektor pendidikan di Kalteng menunjukkan tren positif. Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepuasan pendidikan SMA/SMK mencapai 97,8 persen.
Saat ini, jumlah siswa di Kalimantan Tengah mencapai lebih dari 99 ribu orang dengan sekitar 10 ribu tenaga pendidik. Meski demikian, masih terdapat kekurangan guru, khususnya di wilayah pedesaan.
Sebagai langkah solusi, Disdik Kalteng mendorong penerapan sistem pembelajaran berbasis digital dengan komposisi 70 persen digital dan 30 persen konvensional.
Program tersebut didukung dengan distribusi sarana pembelajaran seperti papan tulis digital, televisi interaktif, serta jaringan internet berbasis satelit untuk menjangkau daerah terpencil.
Selain itu, pengembangan pendidikan juga dilakukan melalui penambahan kelas bahasa asing dan pelaksanaan program PKDS Berkah.
Disdik Kalteng berharap kualitas pendidikan di daerah terus meningkat serta mampu mencetak generasi yang berdaya saing tinggi di masa depan. (git)
Editor: Logman Susilo









































