Tamiang Layang – Polres Barito Timur (Bartim), melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) meluncurkan inovasi GARDA (Gerakan Aksi Reskrim linDungi Anak).
Program ini dirancang untuk memberikan edukasi kekerasan seksual terhadap anak usia dini.
Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa GARDA merupakan bentuk komitmen Polres Barito Timur dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.
“Melalui program ini, anak-anak dibekali pemahaman dasar mengenai tubuh mereka, hak-hak atas perlindungan diri, serta keberanian untuk berbicara jika mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan seksual,” ujar Kapolres, Sabtu (31/5/2025).

GARDA hadir sebagai kampanye terbuka yang menyasar anak-anak usia 7–12 tahun, kelompok usia yang paling rentan menjadi korban kekerasan seksual.
Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi seksual pada anak dan masih dianggap tabunya pembicaraan tentang seksualitas di lingkungan keluarga.
Hal ini menyebabkan anak-anak kurang memahami organ tubuhnya sendiri, mudah dimanipulasi oleh pelaku, dan kerap merasa takut untuk melapor.
Dalam pelaksanaannya, GARDA menggunakan pendekatan edukatif yang menyenangkan, yaitu melalui media boneka tangan (muppet) dan panggung boneka.
Personel Satreskrim akan berdongeng dan bernyanyi dengan sisipan pesan edukatif tentang pengenalan organ tubuh, batasan-batasan pribadi, serta langkah-langkah yang harus diambil jika mengalami kekerasan seksual.
Program ini juga terintegrasi dengan gerakan nasional RiseAndSpeak dari Direktorat PPA dan TPPO, yang mendorong anak-anak untuk berani berbicara, melaporkan, dan mencegah terjadinya kekerasan seksual.
Polres Barito Timur telah menargetkan sejumlah sekolah dasar, terutama yang siswanya pernah menjadi korban kekerasan seksual, sebagai lokasi awal pelaksanaan program.
Selanjutnya, GARDA akan menyasar seluruh sekolah dasar di Kabupaten Barito Timur secara bertahap.
“Kami berharap GARDA dapat menciptakan generasi yang tangguh, berani, dan sadar akan hak-haknya. Anak-anak harus merasa aman dan terlindungi, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitarnya,” tambah AKBP Eddy Santoso.
Menurut Kapolres Eddy, pihaknya optimistis inovasi GARDA, mampu menekan angka kekerasan seksual terhadap anak dan membangun budaya perlindungan anak yang lebih kuat di wilayah Kabupaten Barito Timur.(LG/AK)
Baca juga: Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Keamanan, Polres Bartim Gelar Apel Siaga dan Patroli On Call Alpha
Baca juga: Dendam Berujung Maut, Polres Bartim Rekonstruksi Pembunuhan Sadis di Pasar Temanggoeng Djaja Karti









































