KUALA KURUN – Menangani kecelakaan lalu lintas bukan sekadar datang ke lokasi, memasang garis polisi, lalu mengatur arus kendaraan. Di balik respons cepat tersebut, personel kepolisian dituntut mampu memastikan korban tertangani, lokasi tetap aman, hingga setiap petunjuk penting di TKP tidak hilang.
Kemampuan itulah yang diasah Satuan Lalu Lintas Polres Gunung Mas bersama Sat Pamapta melalui Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) kecelakaan lalu lintas, Rabu (9/9/2026) pagi.
Dalam latihan tersebut, personel dibekali kemampuan untuk mengambil langkah yang tepat sejak pertama kali tiba di lokasi kecelakaan. Kecepatan respons menjadi penting, namun harus tetap diimbangi ketelitian dalam menangani TKP.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi, S.H., S.I.K., M.A., melalui Kasat Lantas IPTU Erry Setiawan, S.H., M.H., mengatakan Latkatpuan merupakan bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan keterampilan teknis personel di lapangan.
“Tujuan pelatihan ini meningkatkan kemampuan teknis dan taktis personel di lapangan, memberikan pelayanan prima dan penanganan cepat bagi korban kecelakaan, serta melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan mengumpulkan keterangan saksi sesuai prosedur standar (SOP),” kata IPTU Erry.
Menurutnya, TPTKP menjadi salah satu tahapan penting dalam penanganan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, personel harus memahami tindakan apa saja yang perlu dilakukan agar penanganan di lokasi tidak hanya cepat, tetapi juga tepat.
Latihan bersama Pamapta tersebut juga menekankan pentingnya menjaga kondisi TKP. Setiap barang bukti dan informasi yang ditemukan di lokasi harus diamankan serta dicatat sesuai prosedur untuk mendukung proses penanganan perkara.
Dengan demikian, latihan ini bukan hanya soal memasang police line atau mengatur kendaraan yang melintas. Lebih jauh, personel dituntut mampu memastikan korban segera mendapat pertolongan, lokasi kejadian aman, sekaligus proses pengumpulan keterangan dan barang bukti berjalan sebagaimana mestinya.
“Sebab, di lokasi kecelakaan, yang dibutuhkan bukan cuma cepat bergerak, tetapi juga tepat bertindak,” tandas dia. (pan)
Editor: Logman Susilo








































