TAMIANG LAYANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengganggu kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, mengajak masyarakat melindungi diri, keluarga, dan lingkungan dari paparan kabut asap.
Ia menyebut kabut asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit.
Gangguan pernapasan yang dapat muncul di antaranya ISPA, batuk, pilek, sesak napas, asma kambuh, bronkitis hingga pneumonia. Sementara pada mata, paparan asap dapat menyebabkan mata perih, berair, merah, dan terasa gatal.
“Waspadalah, jaga diri, jaga kesehatan,” sebut dr. Jimmi, Selasa (18/8/2026).
Ia juga mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, bayi, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis memiliki risiko lebih besar terhadap dampak kabut asap.
Untuk mengurangi risiko paparan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker ketika keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta menutup pintu dan jendela agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah.
Masyarakat juga diminta memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi, menghindari olahraga di luar ruangan ketika kondisi kabut asap memburuk, serta menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan menggunakan sabun.
Jika mengalami keluhan seperti batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas, nyeri dada, demam tinggi, iritasi mata berat, atau gejala lain yang semakin memburuk, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Dinkes Bartim mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh kondisi udara. Warga dapat memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi udara.
Selain menjaga kesehatan, masyarakat juga diajak bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Hapus asap, bukan masa depan. Dukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan demi udara bersih dan kesehatan kita bersama,” pesan Jimmi.
Jimmi menegaskan bahwa kesehatan merupakan aset yang sangat berharga. Karena itu, upaya menjaga udara tetap bersih membutuhkan kepedulian dan peran bersama seluruh masyarakat. (*)
Editor: Logman Susilo
Ikuti saluran ayokalteng di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbC1QZ4KGGGAxXIeWX2n







































