PURUK CAHU – Ketua DPRD Kabupaten Murung Raya, Rumiadi, mengajak masyarakat dan PT PLN untuk saling memahami terkait gangguan listrik atau pemadaman yang belakangan terjadi di wilayah Puruk Cahu.
Menurut Rumiadi, keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik merupakan hal yang wajar. Namun, persoalan tersebut perlu disikapi secara proporsional dengan memahami kondisi teknis sistem kelistrikan.
Hal itu disampaikan Rumiadi usai menghadiri peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di GPU Tira Tangka Balang, Puruk Cahu, Rabu (1/7/2026).
“Persoalan mati lampu atau pemadaman ini, di satu sisi kita harus kritis, tetapi di sisi lain kita juga perlu saling memahami. Pemadaman yang terjadi sejauh ini sifatnya teknis dan tidak sampai 1×24 jam penuh, melainkan hanya beberapa jam untuk pemeliharaan,” jelas Rumiadi.
Ia mengatakan, pemeliharaan merupakan bagian penting untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan. Menurutnya, mesin pembangkit maupun jaringan listrik membutuhkan perawatan secara berkala agar dapat bekerja secara optimal.
“Seperti manusia maupun kendaraan, mesin juga membutuhkan perawatan. Pemeliharaan ini tentu diperlukan agar sistem tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat bisa terjaga,” katanya.
Rumiadi menilai, komunikasi antara PLN dan masyarakat juga perlu terus diperkuat. Informasi mengenai penyebab maupun jadwal pemadaman diharapkan dapat disampaikan secara terbuka sehingga masyarakat dapat mempersiapkan aktivitasnya.
Di sisi lain, ia menyebut kontribusi PLN terhadap daerah melalui Pajak Penerangan Jalan (PPJ) hingga saat ini tetap berjalan. Menurutnya, hal tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap daerah.
Meski demikian, Rumiadi menegaskan DPRD Murung Raya tetap membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan maupun aspirasi terkait pelayanan kelistrikan.
“Kami welcome jika masyarakat ingin melakukan audiensi dengan DPRD. Nanti kita bisa undang pihak PLN untuk duduk bersama dan memberikan penjelasan langsung secara teknis,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Puruk Cahu, pemadaman bergilir yang terjadi dipicu gangguan teknis pada komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berdampak terhadap pasokan daya sistem kelistrikan.
PLN melakukan pengaturan operasi kelistrikan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pelanggan mengalami penghentian pasokan listrik sementara secara terbatas.
Rumiadi berharap persoalan teknis tersebut dapat segera ditangani sehingga pelayanan listrik di Murung Raya kembali normal.
“Yang paling penting sekarang adalah komunikasi dan koordinasi. Kita berharap gangguan ini segera teratasi sehingga masyarakat kembali mendapatkan pelayanan listrik yang optimal,” pungkasnya. (wan)
Editor: Logman Susilo
Ikuti saluran ayokalteng di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbC1QZ4KGGGAxXIeWX2n









































