PALANGKA RAYA – Kekhawatiran terhadap dampak kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah turut disuarakan dalam diskusi terbuka yang digelar mahasiswa bersama aktivis lingkungan, akademisi, organisasi kepemudaan dan masyarakat di Tugu Soekarno, Jalan S. Parman, Palangka Raya, Minggu (4/10/2026).
Tak hanya membahas kondisi Karhutla, kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta itu juga diwarnai pembagian sekitar 5.000 masker sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.
Diskusi mengangkat tema “Menuju Indonesia Terbakar: Kalteng di Ambang Kematian”. Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari dampak kabut asap terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat, penanganan Karhutla hingga perlindungan ekosistem gambut.
Kegiatan juga diisi pemutaran video yang menggambarkan kondisi kabut asap dan titik panas, pemaparan dari akademisi serta aktivis lingkungan, sesi tanya jawab hingga penyampaian sikap bersama.
Dalam forum tersebut, peserta turut menyampaikan sejumlah tuntutan terkait penanganan Karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
Sementara itu, Polsek Pahandut melakukan pengamanan selama kegiatan berlangsung. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup untuk memastikan diskusi berjalan tertib serta memberikan rasa aman kepada peserta.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Andiyatna, S.I.K., M.H., Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto mengatakan, pengamanan dilakukan hingga kegiatan selesai.
“Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan diskusi berjalan tertib sekaligus memberikan rasa aman kepada seluruh peserta yang hadir,” katanya.
Kegiatan berlangsung hingga sekitar pukul 22.30 WIB. Pihaknya memastikan pengamanan dilakukan agar ruang penyampaian aspirasi tetap berlangsung aman dan tertib, termasuk bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi. (*)
Editor: Logman Susilo







































