KUALA KURUN – Penyelidikan kasus dugaan tabrak lari yang menewaskan seorang bocah berusia 12 tahun di Kelurahan Kampuri, Kecamatan Mihing Raya, Kabupaten Gunung Mas, masih terus berlangsung. Hingga kini, Satlantas Polres Gunung Mas belum berhasil mengungkap pihak yang diduga terlibat akibat minimnya petunjuk di lokasi kejadian.
Di tengah proses penyelidikan, keluarga korban mendatangi Satlantas Polres Gunung Mas untuk meminta penjelasan mengenai perkembangan penanganan perkara yang hingga kini belum menemukan titik terang.
Kapolres Gunung Mas AKBP Arum Sari Puspita Dewi melalui Ps. Kasat Lantas Polres Gunung Mas IPTU Eko Erry Setiawan, menegaskan penyelidikan tidak pernah dihentikan dan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan.
“Semua tahapan sudah kami lakukan, mulai dari pembuatan laporan polisi, pemeriksaan saksi-saksi, pengecekan CCTV, penyusunan laporan analisa kecelakaan, hingga penyampaian SP2HP kepada pihak keluarga korban,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi penyidik adalah tidak adanya saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut. Selain itu, rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi juga belum mampu mengungkap kronologi maupun kendaraan yang diduga terlibat.
“Yang menjadi kendala adalah tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian. CCTV di sekitar lokasi juga tidak memperlihatkan secara jelas bagaimana kecelakaan itu terjadi maupun kendaraan yang diduga terlibat,” katanya.
Meski demikian, polisi memastikan seluruh informasi yang diperoleh masih terus diverifikasi. Berbagai kemungkinan juga tetap didalami untuk mengungkap penyebab kecelakaan dan menemukan pihak yang bertanggung jawab.
“Kami tidak menghentikan penyelidikan. Semua kemungkinan masih kami dalami agar kasus ini bisa segera terungkap,” tegasnya.
IPTU Eko menambahkan, seluruh perkembangan penyelidikan telah disampaikan kepada keluarga korban, termasuk langkah-langkah yang telah dilakukan penyidik. Penanganan perkara tersebut juga terus dikoordinasikan dengan Polda Kalimantan Tengah.
“Semua perkembangan sudah kami sampaikan kepada keluarga korban. Penanganan perkara ini juga telah kami laporkan dan kami koordinasikan dengan Polda Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (pan)
Editor: Logman Susilo








































