PALANGKA RAYA – Pengamanan di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Kalimantan Tengah diperketat menjelang libur nasional Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, saat memimpin Apel Siaga Pengamanan, Selasa (17/3/2026).
Apel digelar terpusat di Aula Tjilik Riwut Kantor Wilayah dan diikuti jajaran secara langsung, sementara seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kalteng mengikuti secara virtual.
Dalam arahannya, I Putu Murdiana menegaskan bahwa peningkatan pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan selama periode Ramadan, Nyepi, hingga Idulfitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat maupun warga binaan.
“Apel ini memastikan seluruh jajaran siap menghadapi potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” tegasnya.
Ia menginstruksikan seluruh petugas meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan di berbagai titik, mulai dari blok hunian, area steril, hingga lokasi rawan lainnya.
Selain itu, patroli rutin, kontrol keliling, serta pengecekan sarana dan prasarana keamanan diminta untuk dioptimalkan guna memastikan sistem pengamanan berjalan maksimal.
Tak hanya soal keamanan, I Putu Murdiana juga menyoroti pelaksanaan layanan kunjungan Hari Raya yang menjadi momen penting bagi warga binaan untuk bersilaturahmi dengan keluarga.
Menurutnya, layanan kunjungan harus dilaksanakan secara tertib, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan prinsip keamanan.
“Layanan kunjungan Hari Raya harus berjalan sesuai ketentuan, tertib, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia mengingatkan potensi penyelundupan barang terlarang melalui layanan kunjungan harus diantisipasi dengan pengawasan ketat di setiap pintu masuk dan area pemeriksaan.
Petugas juga diminta tetap mengedepankan pelayanan humanis kepada keluarga warga binaan, namun tidak mengabaikan standar operasional prosedur yang berlaku.
Selain itu, kesiapan sarana pendukung seperti ruang kunjungan, sistem antrean, dan mekanisme pengawasan harus dipastikan berjalan optimal agar layanan berlangsung aman dan lancar.
Dalam pelaksanaan tugas selama libur nasional, seluruh UPT diwajibkan meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan regu pengamanan, patroli berkala, serta memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait.
Kakanwil juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalitas seluruh petugas, serta menghindari segala bentuk penyimpangan, termasuk pungutan liar.
“Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi komitmen bersama. Berikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi, namun tetap tegas menjaga keamanan,” pungkasnya. (*)
Editor: Logman Susilo









































