TAMIANG LAYANG – Kemunculan titik panas (hotspot) di Desa Tampu Langit, Kecamatan Paju Epat, langsung direspons cepat jajaran Polres Barito Timur. Tanpa menunggu lama, personel gabungan diterjunkan ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan penanganan awal agar kebakaran tidak meluas.
Groundcheck dilakukan pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, menyusul terdeteksinya hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan pemantauan Satelit Terra-Aqua, NOAA20, dan SNPP.
Dipimpin langsung Kapolsek bersama personel Polres Barito Timur dan Polsek jajaran, tim bergerak menuju tiga titik koordinat di wilayah RT 03 dan RT 04 RW 01 Desa Tampu Langit yang menjadi lokasi terdeteksinya titik panas.
Sebanyak tujuh personel kepolisian dibantu tiga warga setempat dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka membawa satu unit sprayer untuk melakukan penanganan awal di lokasi.
Perjalanan menuju titik api tidak mudah. Petugas harus menyeberangi sungai sebelum mencapai area kebakaran yang berada di kawasan pedalaman desa.
Dari hasil pengecekan, kebakaran diketahui menghanguskan lahan seluas sekitar tiga hektare. Vegetasi yang terbakar didominasi daun-daun kering dan tumbuhan kumpai yang mengering di atas lahan gambut, sehingga berpotensi membuat api cepat menyebar apabila tidak segera ditangani.
Kapolres Bartim AKBP Eddy Santoso, melalui Kapolsek Dusun Timur, IPDA Sulkhan Sururi, mengatakan respons cepat dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas, mengingat wilayah Barito Timur saat ini memasuki puncak musim kemarau.
“Kami bersama personel Polres dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal terhadap titik panas yang terdeteksi satelit. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih besar,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran di lingkungan masing-masing.
Hingga kegiatan groundcheck selesai, personel gabungan masih terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan api tidak meluas. (hms)
Editor: Sari Fatimah









































