TAMIANG LAYANG – Kualitas udara di Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, berada pada kategori tidak sehat. Pantauan aplikasi IQAir pada Kamis (17/9/2026) pukul 10.00 menunjukkan Air Quality Index (AQI) mencapai 172, dengan polutan utama PM2.5 sebesar 85,8 µg/m³.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, terlebih kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan kabut asap. Menurutnya, asap karhutla tidak hanya berdampak terhadap saluran pernapasan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan mata dan kulit.
“Paparan kabut asap akibat karhutla tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga berisiko mengganggu kesehatan mata dan kulit,” ujar dr. Jimmi.
Berdasarkan pantauan IQAir tersebut, kondisi udara Tamiang Layang pada pukul 10.00 berada pada level 172 atau kategori tidak sehat. Suhu tercatat sekitar 29 derajat Celsius, kecepatan angin 5 kilometer per jam dan kelembapan 57 persen.
Prakiraan per jam dalam aplikasi menunjukkan kualitas udara berpotensi tetap berada pada kategori tidak sehat. AQI diperkirakan mencapai 174 pada pukul 11.00, kemudian 179 pada pukul 12.00, 187 pada pukul 13.00 dan 189 pada pukul 14.00.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau lebih memperhatikan aktivitas di luar ruangan. Terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki penyakit kronis karena lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Jimmi juga mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, warga diminta menggunakan masker dengan benar untuk mengurangi paparan partikel asap.
Selain itu, masyarakat dianjurkan menutup pintu dan jendela agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah, memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi, serta memantau kualitas udara secara berkala.
Paparan asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari batuk, pilek, sesak napas, kekambuhan asma, bronkitis hingga pneumonia. Keluhan pada mata seperti perih, berair, merah dan gatal juga dapat muncul akibat paparan asap.
“Jangan menunda penanganan medis agar kondisi tidak semakin memburuk,” tegas Jimmi.
Masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, demam tinggi atau iritasi mata berat diimbau segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Dengan kualitas udara Tamiang Layang yang terpantau masuk kategori tidak sehat, kewaspadaan masyarakat menjadi penting. Terlebih, kualitas udara dapat berubah mengikuti kondisi cuaca, arah angin dan perkembangan karhutla di wilayah sekitar. (man)
Editor: Logman Susilo








































