MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus mendorong penguatan karakter dan budaya literasi sejak usia dini melalui kegiatan Pertemuan Pagi Ceria (PPC) di TK Melati Muara Teweh serta Bunda PAUD Bertutur di TK Wardatul Jannah, Jumat (17/7/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan proses belajar yang menyenangkan sekaligus membangun fondasi karakter dan kemampuan literasi anak sejak dini.
Kegiatan dipimpin langsung Bunda PAUD Kabupaten Barito Utara, Ny. Hj. Maya Safitri Shalahuddin, didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Barito Utara, Mira Apriyantinada Felix Sonadie Y. Tingan, Ketua PP PAUD Barito Utara, Marsiana Muhlis, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Barito Utara, Dr. Sunarty S, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Iman Topik.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari doa bersama, gerak dan lagu, bernyanyi, membaca nyaring, hingga mendengarkan cerita. Seluruh rangkaian dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar melalui suasana yang hangat, ceria, dan interaktif.
Bunda PAUD Barito Utara, Ny. Hj. Maya Safitri Shalahuddin, mengatakan pembentukan karakter dan kemampuan literasi harus dimulai sejak usia dini melalui kebiasaan-kebiasaan positif yang dilakukan secara konsisten.
“Melalui doa bersama, gerak dan lagu, bernyanyi, membaca nyaring, hingga bercerita, anak-anak diajak belajar dalam suasana yang hangat, menyenangkan, dan penuh semangat. Aktivitas sederhana ini menjadi fondasi penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, membangun karakter positif, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta menanamkan kecintaan terhadap dunia literasi,” ujarnya.
Menurutnya, karakter yang kuat dan budaya gemar membaca tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan keluarga maupun di satuan pendidikan.
Karena itu, ia menilai peran orang tua, guru, dan pemerintah sangat penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal bagi anak untuk berkembang menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki minat belajar yang tinggi,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini. (wan)
Editor: Sari Fatimah









































