TAMIANG LAYANG – Kisah haru datang dari seorang bayi prematur asal Kabupaten Barito Timur yang tengah berjuang untuk tumbuh sehat setelah lahir di usia kehamilan 28 minggu dengan berat hanya 980 gram.
Bayi atas nama By Ny Nola tersebut kini telah menjalani perawatan intensif selama 36 hari setelah dirujuk dan dirawat di rumah sakit di wilayah Kandangan.
Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P Lelu, menyampaikan bahwa kondisi bayi saat ini mulai membaik, terutama setelah penanganan kegawatan napas berhasil diatasi.
“Alhamdulillah kondisi napas sudah teratasi. Saat ini fokus perawatan pada penambahan berat badan dan metode kangguru,” ujarnya.
Namun di balik proses medis tersebut, keluarga bayi menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan. Ibu bayi diketahui sedang berada di rumah tahanan, sementara nenek bayi yang mendampingi mengalami keterbatasan ekonomi.
Kebutuhan di luar tanggungan BPJS seperti popok, perlengkapan bayi, hingga biaya transportasi dari Barito Timur ke Kandangan menjadi beban tersendiri bagi keluarga.
Di ruang NICU, bayi tidak dapat ditunggu oleh keluarga secara penuh. Kehadiran keluarga hanya diperlukan pada waktu tertentu seperti saat pemberian ASI dan metode kangguru, sehingga membutuhkan biaya tambahan untuk akomodasi.
Melihat kondisi tersebut, Wakil Bupati Barito Timur, Adi Mula Nakalelu, langsung memberikan perhatian dan mendorong bantuan bagi keluarga bayi.
Pemerintah daerah saat ini tengah memproses bantuan sosial, termasuk dukungan biaya kebutuhan bayi serta akomodasi nenek bayi selama mendampingi proses perawatan di rumah sakit.
Pemantauan kondisi bayi juga terus dilakukan melalui tenaga medis yang menangani langsung di rumah sakit rujukan.
Ke depan, bayi prematur tersebut masih membutuhkan perhatian khusus, termasuk kontrol rutin tumbuh kembang serta kemungkinan penggunaan susu formula khusus karena ibu belum dapat menyusui secara langsung. (man)
Editor: Logman Susilo






































