TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur mulai menerapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada seluruh Puskesmas di wilayah setempat. Penerapan BLUD tersebut resmi dimulai tahun ini dan akan berjalan secara bertahap hingga penerapannya berjalan secara utuh.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, mengatakan bahwa penerapan BLUD Puskesmas sudah dimulai sejak bulan ini sebagai tahap awal.
“Mulai bulan ini kita sudah mulai. Artinya tahap awal sudah berjalan dan akan terus berproses sambil jalan. Seperti membangun rumah, tidak langsung jadi, tapi berjalan bertahap,” ujar dr. Jimmi, disela peluncuran BLUD Puskesmas di Barito Timur, Selasa (3/2/2026)
Menurutnya, penerapan BLUD memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan bagi Puskesmas, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kalau dari sisi sarana dan prasarana memang masih ada yang kurang, itu pasti. Namun SDM kita sudah ada. Melalui BLUD, Puskesmas menjadi lebih fleksibel dalam mengatur keuangannya sesuai aturan. Walaupun tidak berorientasi pada profit, peningkatan pelayanan itu sendiri akan menjadi keuntungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam proses penerapan BLUD, Dinas Kesehatan Barito Timur melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai lembaga pendamping dan pengawas. Selain itu, penyusunan regulasi juga melibatkan Divisi Kebijakan Publik Universitas Indonesia (UI).
“Kita sudah memiliki Peraturan Bupati terkait tata kelola keuangan BLUD. Karena regulasinya sudah siap, maka kita sudah berani dan siap melaksanakan launching dan implementasinya,” kata dr. Jimmi.
Ia berharap dengan diterapkannya BLUD, seluruh Puskesmas di Barito Timur dapat meningkatkan mutu, etika, dan keramahan pelayanan kepada masyarakat.
“Puskesmas harus lebih bersaing dalam pelayanan kesehatan. Jangan ada lagi keluhan masyarakat soal pelayanan yang kurang ramah. Etika, keramahan, jangkauan layanan, semuanya harus lebih diperhatikan agar masyarakat semakin percaya dan mau berkunjung ke Puskesmas,” tegasnya.
Saat ini, dari 11 Puskesmas yang ada di Kabupaten Barito Timur, delapan Puskesmas telah terakreditasi Paripurna, sementara tiga lainnya berstatus akreditasi Utama.
“Puji Tuhan, delapan Puskesmas sudah Paripurna dan tiga lainnya Utama. Itu sudah sangat baik dan menjadi modal kuat dalam menjalankan BLUD Puskesmas ke depan,” pungkasnya. (man)
Editor: Sari Fatimah






































