MUARA TEWEH – Ketua Komisi I DPRD Barito Utara, Hj. Netty Herawati, menyikapi berbagai usulan dan kebutuhan masyarakat Kecamatan Teweh Selatan yang telah disampaikan kepada pemerintah daerah melalui jalur formal, seperti pokok pikiran (pokir), hasil reses, dan konferensi kerja.
Hal tersebut disampaikan Netty saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Teweh Selatan, Senin (9/2/2026).
Dalam forum tersebut, ia menyoroti kondisi infrastruktur dasar yang dinilai masih memerlukan perhatian serius. Menurutnya, masih banyak ruas jalan di Teweh Selatan yang perlu segera dibenahi agar mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar.
“Teweh Selatan masih banyak jalan-jalan yang harus dibenahi dan semoga 2027 semakin banyak yang bisa kita laksanakan,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Netty mengungkapkan aspirasi masyarakat terkait keterbatasan tenaga medis, khususnya bidan. Ia menyebutkan masih ada beberapa desa yang hanya memiliki satu bidan sehingga pelayanan kesehatan menjadi terbatas.
“Banyak beberapa desa yang sampai saat ini hanya ada satu bidan di desa sehingga pelayanan menjadi terbatas,” jelasnya. Ia berharap Dinas Kesehatan dapat menambah alokasi tenaga bidan untuk mengatasi persoalan tersebut.
Persoalan serupa juga terjadi di bidang pendidikan. Netty menyebut adanya kekosongan guru di sejumlah sekolah akibat mutasi atau perpindahan tempat tugas. Melalui pokir Komisi I, pihaknya mengusulkan kepada Dinas Pendidikan agar dilakukan penyegaran serta penataan ulang penempatan guru guna mengurangi ketimpangan.
Selain itu, permasalahan klasik terkait ketersediaan listrik kembali mencuat. Warga Desa Butong, kata Netty, terus mempertanyakan kapan desa mereka akan mendapatkan aliran listrik.
“Mudah-mudahan di 2027 Desa Butong bisa teraliri listrik,” harapnya. Ia menjelaskan bahwa usulan pada tahun 2026 sempat terhambat karena adanya pergantian pimpinan di PLN setempat.
Terkait pelayanan kesehatan, meski telah ada kebijakan berobat gratis bagi pemegang KTP Barito Utara, Netty mencatat masih terdapat keluhan masyarakat, khususnya dalam kasus kecelakaan ringan.
“Masih banyak keluhan apabila terjadi kecelakaan, luka kecil berobat di RS harus menggunakan BPJS,” tuturnya.
Netty juga meminta kepada para pelaku usaha, baik di sektor pertambangan maupun perkebunan, agar memenuhi kewajiban sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di wilayah operasional mereka. (wan)
Editor: Sari Fatimah









































