MUARA TEWEH – Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto, menyoroti berbagai persoalan yang berkembang di Kecamatan Teweh Selatan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Trahean, Senin (9/2/2026). Isu infrastruktur mangkrak hingga dampak aktivitas pertambangan menjadi perhatian utama.
Salah satu yang disorot adalah proyek pembukaan badan jalan baru di Desa Butong menuju Pasar Kompak. Menurutnya, jalan yang masuk dalam tiga prioritas desa itu belum dilengkapi jembatan dan tiang listrik, serta belum dilakukan penimbunan meski lokasinya rawan banjir.
Ardianto mengungkapkan, rencana penimbunan sebelumnya telah disepakati melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/PPM) nmun, hingga saat ini belum ada realisasi di lapangan.
“Proyek jalan pelabuhan juga tertunda pada 2025 dan kami harap dapat dilanjutkan pada 2026,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, Ardianto menyoroti dampak aktivitas pertambangan yang menyebabkan sedimentasi dan pendangkalan sungai di daerah pemilihannya. Kondisi tersebut dinilai merugikan petani, nelayan, serta masyarakat yang bergantung pada sungai.
“Karena ini bisa merugikan petani, nelayan, serta masyarakat yang bergantung pada sungai,” imbuhnya.
Ia meminta, pemerintah daerah mengambil langkah tegas terhadap perusahaan yang tidak memperhatikan dampak lingkungan. Menurutnya, pengawasan perlu ditingkatkan agar aktivitas pertambangan tidak merusak sumber penghidupan masyarakat.
Politisi Demokrat ini juga mengingatkan agar lahan-lahan produktif untuk kebutuhan pangan tidak dialihfungsikan secara masif menjadi perkebunan sawit atau karet.
“Sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” tandasnya. (wan)
Editor: Sari Fatimah









































