TAMIANG LAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Timur yang dinilai konsisten berkontribusi dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis dan menyejukkan di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Barito Timur, M. Yamin, melalui sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Barito Timur, Amrullah, pada kegiatan Pengukuhan MUI Barito Timur Periode 2025 – 2030 dan Musda 2026 yang berlangsung di GPU Mantawara Tamiang Layang, Kamis (12/2/2026).
Bupati menilai MUI Kabupaten Barito Timur selama ini telah menunjukkan pengabdian nyata melalui berbagai program dan inovasi yang berdampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan nilai-nilai keagamaan.
Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah penerbitan buku penelitian berjudul Jejak Islam di Barito Timur pada tahun 2025. Selain itu, MUI juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan umat, termasuk menjalin kerja sama dengan MTO Muallaf dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Barito Timur.
“Berbagai program yang telah dilaksanakan MUI merupakan wujud kerja bersama, kolaborasi, dan sinergi dengan banyak pihak. Pemerintah daerah berharap hal-hal positif ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan,” kutip Amrullah.
Ia menegaskan, peran MUI sangat strategis sebagai penyejuk di tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta membantu menyelesaikan persoalan sosial keagamaan melalui pelayanan nyata kepada umat.
Orang nomor satu di kabupaten berjuluk Gumi Jari Janang Kalalawah itu juga menyoroti tantangan era digital yang semakin kompleks. Pengurus MUI diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan teknologi informasi secara bijak, aman, etis, produktif, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, maraknya penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di media sosial dapat mengganggu stabilitas sosial dan keharmonisan masyarakat. Karena itu, teknologi informasi harus dimanfaatkan sebagai sarana dakwah digital yang mencerahkan dan membangun peradaban yang damai, moderat, serta inklusif.
“Media sosial harus menjadi ruang penyebaran konten edukatif, kreatif, dan menyejukkan yang berbasis literasi keagamaan yang kuat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program dan aktivitas MUI, baik melalui dukungan anggaran maupun fasilitas pendukung lainnya, guna memperkuat peran lembaga keagamaan dalam pembangunan daerah.
Bupati juga berharap kepengurusan MUI yang baru dapat membawa semangat perubahan yang lebih inovatif dan progresif, sekaligus tetap menjaga independensi dan marwah organisasi.
“Kita berharap seluruh ikhtiar dan pengabdian yang dilakukan untuk kemaslahatan umat dapat menjadi amal saleh dan membawa keberkahan bagi masyarakat Barito Timur,” tandas Amrullah. (man)
Editor: Logman Susilo






































