PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong percepatan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, meski jumlah koperasi aktif saat ini masih terbatas.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Tengah, baru 13 koperasi yang terdata aktif dan siap menerima bantuan. Jumlah tersebut masih jauh dari target 50 koperasi pada 2026.
Asisten Perekonomian Setda Kalteng, Herson B. Aden, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan fasilitas pendukung koperasi agar dapat beroperasi secara optimal.
“Ini yang harus kita kejar bersama, agar koperasi tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi benar-benar bisa beroperasi,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalteng, Rahmawati, mengungkapkan bahwa pembangunan gerai koperasi masih berjalan lambat.
Dari target 205 unit, baru sekitar 40 persen yang menunjukkan progres fisik di lapangan. Kendala utama yang dihadapi antara lain ketersediaan lahan dan legalitas aset.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mendorong dukungan dari kabupaten dan kota melalui pemanfaatan aset daerah. Selain itu, penyediaan internet satelit juga menjadi salah satu solusi untuk mendukung operasional koperasi, khususnya di wilayah terpencil.
Melalui sinergi antara pemerintah, TNI, BUMN, dan sektor perbankan, program Koperasi Merah Putih diharapkan dapat segera berjalan optimal serta memberikan dampak nyata bagi perekonomian desa di Kalimantan Tengah. (git)
Editor: Logman Susilo









































