Gemuruh air yang jatuh dibebatuan menyambut siapa saja yang datang ke Wisata Batu Notok di Desa Cangkang, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Di tengah rimbunnya hutan tropis, destinasi ini hadir sebagai pelarian sempurna dari hiruk pikuk kota. Namun, Batu Notok bukan sekadar air terjun biasa. Ia adalah simbol bagaimana masyarakat lokal, terutama pemuda desa, mampu mengubah potensi alam menjadi daya tarik wisata yang membanggakan. Berikut rangkumannya.
Berawal dari Tekad Pemuda Desa
Cerita Batu Notok tidak bisa dilepaskan dari Pokdarwis Talet Rojaki dan BUMDes Cangkang Bohomit. Berbekal semangat gotong royong, para pemuda desa berinisiatif membuka akses menuju lokasi wisata, membangun fasilitas sederhana, hingga mempromosikannya melalui media sosial. Upaya tersebut membuahkan hasil.
Desa Cangkang kini masuk 10 desa wisata terbaik di Kalimantan Tengah dan bahkan menembus 45 besar desa wisata tingkat nasional.
Inisiatif ini menjadi bukti bahwa ketika masyarakat diberdayakan, pariwisata bisa berkembang tanpa harus merusak lingkungan dan tetap menjaga kearifan lokal.
Keindahan yang Memikat
Setibanya di lokasi, mata langsung dimanjakan pemandangan alami. Air jernih jatuh deras membentuk kolam bening yang sejuk. Pepohonan hijau di sekelilingnya menghadirkan suasana damai. Tidak sedikit pengunjung yang sengaja membawa kamera untuk mengabadikan setiap sudut air terjun, karena memang setiap angle terasa layak dipotret.
Setiap sudut destinasi ini adalah surga bagi para fotografer. Bayangan pepohonan, percikan air, dan cahaya matahari yang menyelinap di sela dedaunan menciptakan komposisi visual alami yang menawan. Tidak heran, banyak wisatawan muda menjadikannya latar favorit untuk mengabadikan momen.
Bagi warga Puruk Cahu yang jaraknya hanya sekitar 30 menit perjalanan, Batu Notok menjadi tujuan wisata akhir pekan favorit. Selain mudah dijangkau, tiket masuknya juga sangat terjangkau, yakni Rp5.000-Rp15.000 per orang.
Petualangan di Sungai Botarung
Daya tarik Batu Notok tidak berhenti di kolam air jernih. Di awal 2024, Pokdarwis membuka wahana arung jeram Sungai Botarung. Dengan biaya hanya Rp25.000 per orang, wisatawan bisa merasakan sensasi memacu adrenalin di jeram-jeram sungai yang menantang.
Kegiatan ini menjadi pilihan tambahan bagi wisatawan yang ingin berpetualang lebih jauh. Tidak sedikit pula rombongan mahasiswa maupun komunitas pencinta alam datang khusus untuk mencoba wahana ini.
Menyapa Budaya Dayak Siang
Selain menyuguhkan panorama alam, Desa Cangkang juga menjadi jendela budaya bagi wisatawan. Masyarakat setempat merupakan bagian dari Suku Dayak Siang, yang masih menjaga tradisi leluhur hingga kini.
Wisatawan bisa menyaksikan kerajinan tangan khas seperti mandau atau anyaman rotan, sekaligus berinteraksi dengan warga yang ramah. Pada momen tertentu, pengunjung juga berkesempatan melihat langsung seni tari dan ritual adat yang diwariskan turun-temurun.
Fasilitas yang Terus Dibangun
Untuk mendukung kenyamanan, pengelola terus berupaya menambah fasilitas. Saat ini, tersedia area parkir, kamar mandi umum, warung sederhana, serta homestay bagi wisatawan yang ingin bermalam.
Meski pengelolaan masih bersifat swadaya, fasilitas tersebut cukup untuk menunjang kebutuhan wisatawan. Beberapa pengunjung bahkan menyebut pengalaman menginap di homestay lebih berkesan karena mereka bisa merasakan kehidupan masyarakat desa secara langsung.
Informasi Wisata
• Tiket masuk: Rp5.000–Rp15.000 per orang
• Arung jeram: Rp25.000 per orang
• Jam operasional: 24 jam setiap hari
• Akses: 30 menit dari Kota Puruk Cahu dengan kendaraan pribadi
• Fasilitas: Parkir, kamar mandi, warung makan, homestay
Simbol Pariwisata Berbasis Komunitas
Wisata Batu Notok kini dikenal bukan hanya karena keindahannya, melainkan juga karena kisah di balik pengelolaannya. Di sini, wisata alam bertemu dengan semangat masyarakat desa. Dari pemuda hingga orang tua, semua terlibat menjaga dan mengembangkan potensi wisata.
Kisah Batu Notok menjadi inspirasi bahwa pariwisata tidak harus dikelola investor besar. Dengan kearifan lokal dan semangat gotong royong, desa mampu melahirkan destinasi yang otentik sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warganya.
Jika berkunjung ke Murung Raya, sempatkanlah singgah ke Wisata Batu Notok. Di sana, Anda akan menemukan keindahan alam, petualangan penuh adrenalin, dan keramahan budaya Dayak Siang yang menyatu menjadi pengalaman berharga. (*)

Sumber: Jadesta dan lainnya
Baca juga: Layak Dikunjungi, Wisata Pasuha Pulau Patai Tawarkan Keindahan Alam dan Budaya Berbeda
Baca juga: Riam Kendong: Surga Tersembunyi di Barito Timur yang Menjanjikan Petualangan Alami









































