Masih dengan wisata menarik di pedalaman Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Murung Raya. Destinasi alam yang menyimpan potensi besar sebagai tujuan ekowisata, Air Terjun Ongkong Malau.
Lokasinya berada di Desa Dirung Lingkin, Kecamatan Tanah Siang Selatan, sekitar 2-3 jam perjalanan dari ibu kota kabupaten, Puruk Cahu.
Walau namanya belum setenar destinasi wisata besar lain di Kalimantan, Ongkong Malau menyimpan pesona yang khas. Air terjun alami dengan hutan tropis lebat di sekelilingnya, aliran sungai jernih, serta nuansa pedalaman yang tenang dan menenangkan. Berikut rangkumannya.
Keasrian Alam yang Masih Terjaga
Air Terjun Ongkong Malau menawarkan pemandangan air yang jatuh dari tebing bebatuan, membentuk kolam alami yang cocok untuk berenang maupun sekadar merendam kaki.
Suasana sekitarnya masih alami, pepohonan hutan hujan tropis menjulang tinggi, suara kicau burung, serangga, hingga aliran air sungai yang jernih. Kondisi inilah yang membuat Ongkong Malau menjadi destinasi ideal untuk self-healing, relaksasi, atau sekadar melarikan diri dari hiruk pikuk kota.
Selain pesona visualnya, Ongkong Malau memiliki peran vital bagi masyarakat setempat. Alirannya dimanfaatkan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan warga Desa Dirung Lingkin. Hal ini menjadikan air terjun bukan hanya objek wisata, melainkan juga bagian dari ekosistem yang menopang kehidupan.
Nilai Budaya dan Sosial Desa Dirung Lingkin
Desa Dirung Lingkin merupakan salah satu desa adat Dayak di Murung Raya. Masyarakatnya masih memegang erat tradisi dan nilai gotong royong. Kehadiran Ongkong Malau menjadi kebanggaan warga sekaligus peluang untuk memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung.
Wisatawan yang datang tidak hanya disuguhi keindahan alam, tetapi juga bisa mengenal keramahan warga desa, mencicipi kuliner khas Dayak, atau menginap di homestay sederhana yang dikelola masyarakat.
Integrasi antara wisata alam dan budaya inilah yang berpotensi mengangkat Ongkong Malau sebagai destinasi ekowisata unggulan, di mana wisatawan tidak hanya menikmati panorama, tetapi juga belajar tentang kearifan lokal masyarakat Dayak.
Pengembangan wisata Ongkong Malau saat ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dirung Lingkin. Pengelolaan berbasis desa ini memungkinkan keuntungan dari wisata langsung kembali ke masyarakat.
BUMDes berperan dalam pengaturan tiket masuk, pemeliharaan jalur trekking, hingga pengembangan fasilitas sederhana seperti pondok istirahat.
Di sisi lain, program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tambang, khususnya PT Indo Muro Kencana (IMK), juga turut mendukung. Melalui program CSR, perusahaan membantu memperbaiki akses jalan, membangun fasilitas pendukung, hingga mengadakan kegiatan edukasi lingkungan.
Salah satunya adalah kegiatan Clean Up Day pada Hari Bumi 2025, di mana warga, perusahaan, dan pengelola wisata bersama-sama membersihkan jalur menuju air terjun.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Ongkong Malau
Mengunjungi Ongkong Malau bukan sekadar menikmati air terjun. Ada berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan:
• Trekking – Menyusuri jalur hutan menuju lokasi air terjun, sambil menikmati panorama alam dan suara satwa liar.
• Berenang – Kolam alami di bawah air terjun cukup aman untuk berenang, dengan air jernih yang menyegarkan.
• Fotografi – Keindahan lanskap dan suasana hutan tropis menjadikan tempat ini spot ideal untuk fotografi alam.
• Camping – Bagi pencinta petualangan, area sekitar air terjun cocok untuk berkemah, meski perlu izin dari pengelola desa.
• Interaksi Budaya – Wisatawan dapat berinteraksi dengan warga Desa Dirung Lingkin, belajar tentang kearifan lokal, atau mencicipi hidangan tradisional Dayak.
Rute Perjalanan Menuju Ongkong Malau
Akses menuju Ongkong Malau relatif menantang, namun justru menambah nilai petualangan. Dari Puruk Cahu, perjalanan ditempuh sekitar 2–3 jam menggunakan mobil atau motor.
Sebagian jalan sudah beraspal, tetapi mendekati Desa Dirung Lingkin kondisi jalan berubah menjadi tanah dan berbatu. Saat musim hujan, jalur ini licin, sehingga disarankan menggunakan kendaraan 4WD atau motor trail.
Setibanya di desa, perjalanan dilanjutkan dengan trekking sejauh 20–30 menit melalui jalur hutan. Meski melelahkan, perjalanan ini memberikan pengalaman otentik dengan udara segar, suara hutan, hingga pemandangan tumbuhan tropis yang jarang ditemui.
Itinerary 1 Hari di Air Terjun Ongkong Malau
Bagi wisatawan dengan waktu terbatas, berikut itinerary singkat:
Pagi
• 07.00: Berangkat dari Puruk Cahu menuju Desa Dirung Lingkin.
• 10.00: Tiba di desa, istirahat di rumah warga atau posko BUMDes.
Siang
• 10.30: Trekking menuju Ongkong Malau.
• 11.00: Tiba di lokasi, berenang atau bersantai di air terjun.
• 12.30: Makan siang dengan bekal atau makanan lokal.
Sore
• 14.00: Menjelajahi sekitar atau berinteraksi dengan warga lokal.
• 15.00: Trekking kembali ke desa.
• 16.00: Perjalanan pulang ke Puruk Cahu.
• 18.30: Tiba kembali di kota.
Tips Berkunjung
• Waktu terbaik: Musim kemarau, agar air tidak keruh dan jalur lebih aman.
• Perlengkapan: Sepatu trekking, pakaian ganti, air minum, dan kantong sampah.
• Keselamatan: Waspada batu licin, hindari berenang di aliran deras.
• Etika lingkungan: Jangan tinggalkan sampah, hormati alam dan budaya setempat.
• Penginapan: Jika ingin lebih lama, tersedia homestay sederhana di Desa Dirung Lingkin.
Ongkong Malau berpotensi menjadi destinasi ekowisata unggulan Kalimantan Tengah. Peningkatan infrastruktur, pelatihan pemandu wisata, manajemen sampah, hingga promosi berbasis konservasi perlu menjadi prioritas. Kerjasama berkelanjutan antara BUMDes, CSR, pemerintah daerah, dan komunitas wisata akan memastikan bahwa pengembangan tidak merusak lingkungan dan tetap memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Air Terjun Ongkong Malau adalah permata tersembunyi Murung Raya yang menyatukan keindahan alam, fungsi ekologis, dan nilai budaya masyarakat Dayak. Bagi pencinta alam dan petualangan, Ongkong Malau bukan hanya destinasi wisata, tetapi pengalaman otentik tentang bagaimana alam dan budaya pedalaman Kalimantan bisa saling berpadu. (*)

Sumber: Jurnal ULM, Instagram, dan lainnya
Baca juga: Petugas Damkar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pos Jaga
Baca juga: Bupati Murung Raya Tutup Open Tournament Futsal Ganfash Season III









































