TAMIANG LAYANG – Perubahan dalam penyelenggaraan pemasyarakatan menuntut petugas untuk terus meningkatkan kemampuan. Hal itu yang menjadi perhatian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tamiang Layang melalui kegiatan Pengembangan Kompetensi (PK Bangkom), Jumat (11/9/2026).
Mengusung tema “Transformasi Pemasyarakatan: Mengintegrasikan Manajemen Pengelolaan, Sistem Pengamanan dan Kualitas Pelayanan Tahanan”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Gedung 1 Rutan Tamiang Layang.
PK Bangkom diikuti seluruh pejabat struktural, pegawai fungsional umum, pegawai fungsional tertentu, hingga CPNS Rutan Kelas IIB Tamiang Layang.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi jajaran Rutan untuk memperkuat wawasan, pengetahuan, sekaligus kompetensi dalam menghadapi dinamika tugas pemasyarakatan yang terus berkembang. Transformasi tidak hanya menyangkut sistem, tetapi juga bagaimana tata kelola, pengamanan dan pelayanan dijalankan secara profesional dan humanis.
Materi disampaikan oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan Junaidi, Kasubsi Pengelolaan Sri Rahayu, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Zidan Jabal Attoriq Baskara.
Pembahasan mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari transformasi tata kelola dan manajemen, penguatan sistem pengamanan dan ketertiban, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan profesionalisme dan integritas petugas.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dan digitalisasi serta penerapan manajemen berbasis data dan risiko dalam pelaksanaan tugas.
Tidak sekadar mendengarkan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para pegawai diberi ruang untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan maupun pengalaman selama menjalankan tugas di lingkungan pemasyarakatan.
Diskusi tersebut menjadi bagian penting untuk memetakan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus mencari alternatif solusi yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Kepala Rutan Kelas IIB Tamiang Layang Agung Novarianto mengatakan, pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam membangun sumber daya manusia pemasyarakatan yang profesional dan berintegritas.
“Transformasi Pemasyarakatan harus didukung oleh kompetensi dan komitmen seluruh jajaran. Melalui kegiatan ini, kita memperkuat pemahaman bersama agar pengelolaan, pengamanan, dan pelayanan dapat berjalan secara terintegrasi, profesional, dan terus memberikan pelayanan terbaik,” ujar Agung.
Ia berharap hasil pembelajaran dalam PK Bangkom tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Dengan demikian, perubahan dalam sistem pemasyarakatan dapat diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (hms)
Editor: Logman Susilo








































