TAMIANG LAYANG – Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh lagi dianggap sebagai urusan pribadi yang cukup diselesaikan di dalam rumah. Bupati Barito Timur M. Yamin mengajak masyarakat berani bersuara, mencegah, hingga melaporkan jika menemukan adanya tindakan kekerasan.
Pesan itu disampaikan M. Yamin saat membuka puncak Kegiatan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2026 yang dikemas melalui talk show dan berbagai perlombaan kreatif di Tamiang Layang, Rabu (9/9/2026).
Bupati menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Sebab, dampak kekerasan tidak berhenti pada luka fisik, tetapi dapat memengaruhi kondisi psikologis, kehidupan sosial, hingga masa depan korban.
“Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak boleh dianggap sebagai persoalan pribadi. Dampaknya sangat panjang terhadap fisik, psikologis, dan masa depan korban. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama, berkelanjutan, dan dimulai dari keluarga,” tegas M. Yamin.
Menurutnya, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam memberikan rasa aman, kasih sayang, sekaligus perlindungan bagi perempuan dan anak. Karena itu, orang tua didorong membangun pola asuh positif serta komunikasi yang sehat dengan anak.
“Jangan diam terhadap kekerasan. Jangan membiarkan korban merasa sendirian. Kepada seluruh masyarakat, mari kita berani mencegah, melindungi, dan melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan kekerasan,” tambahnya.
Kegiatan yang digelar Pemkab Bartim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) bersama TP-PKK Kabupaten Barito Timur tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenali bentuk kekerasan, faktor penyebab, dampak, serta mekanisme pelaporannya.
Ketua Panitia Kegiatan, Rada Karuniani, mengatakan keterlibatan kader PKK sangat penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat RT dan RW. Pemahaman yang baik di tingkat keluarga dinilai menjadi salah satu pintu awal membangun sistem perlindungan perempuan dan anak.
“Peningkatan pemahaman kader PKK mengenai bentuk-bentuk kekerasan, faktor penyebab, dampak, serta langkah pencegahannya menjadi bagian penting dalam membangun sistem perlindungan yang dimulai dari rumah tangga,” ujar Rada.
Kegiatan tersebut merupakan puncak dari rangkaian sosialisasi dan edukasi keliling yang sebelumnya digelar di 10 kecamatan se-Kabupaten Barito Timur pada 20 Agustus hingga 3 September 2026.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia menghadirkan Psikolog Klinis UPT PPA Provinsi Kalimantan Tengah Rensi, M.Psi., Psikolog, serta I Dewa Made Rai M, S.H. dari Satreskrim Polres Barito Timur sebagai narasumber.
Tak hanya talk show, pesan pencegahan kekerasan juga dikemas melalui sejumlah lomba edukatif. Di antaranya lomba vlog bertema “Pencegahan Perkawinan Usia Anak”, lomba penyuluhan bertema “Stop Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”, serta game edukasi dengan tema serupa.
“Kami berharap melalui perlombaan ini, pesan pencegahan kekerasan tidak hanya disampaikan secara formal, tetapi dikemas secara kreatif, menarik, dan mudah diterima oleh masyarakat luas,” jelas Rada.
Bupati juga mengapresiasi peran Forum Anak Daerah dan Forum GenRe yang selama ini ikut menyuarakan pergaulan sehat dan pentingnya menyiapkan masa depan generasi muda. Ia berharap seluruh elemen, termasuk TP-PKK kecamatan hingga desa, Forum Anak Daerah, Forum GenRe dan Forum PUSPA, dapat menjadi pelopor edukasi serta perlindungan perempuan dan anak di lingkungannya masing-masing.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP-PKK Barito Timur Ny. Misnawaty, Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Yulisusilawati, Plt. Kepala DP3AKB Hotmaria Manik, Plt. Kepala Diskominfops Limer, jajaran Forkopimda, para kepala OPD, camat dan Ketua TP-PKK kecamatan, organisasi wanita, Forum Anak Daerah, Forum GenRe, Forum PUSPA, pelajar, pemuda, serta tamu undangan lainnya. (*)
Editor: Logman Susilo








































