PALANGKA RAYA – Pencarian MK atau Muhammad Kaspi Rosyadi (12), bocah asal Kampung Baru Campedak, Palangka Raya, berakhir duka. Setelah sehari terseret arus saat berenang di Sungai Kahayan, korban akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia, Senin (10/8/2026).
Kaspi ditemukan sekitar pukul 11.20 WIB, atau pada hari kedua pencarian. Jasad korban ditemukan sekitar 20 meter dari titik awal dilaporkan tenggelam.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengatakan korban ditemukan setelah tim gabungan melakukan penyisiran secara intensif di sekitar lokasi kejadian.
“Korban berhasil ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi awal kejadian dalam kondisi meninggal dunia,” kata Alit dikutip dari sepetarborneo.com.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, Kaspi bersama temannya berenang di Sungai Kahayan.
Namun, aktivitas tersebut berubah menjadi kepanikan setelah korban terseret arus dan tenggelam. Laporan kejadian kemudian diterima Tim SAR dan pencarian langsung dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur.
Memasuki hari kedua, pencarian kembali dilanjutkan sejak pagi. Tim gabungan menyisir aliran Sungai Kahayan, termasuk melakukan penyelaman di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 11.20 WIB, keberadaan korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi awal kejadian.
Korban kemudian dievakuasi dari sungai dan dibawa ke RS Bhayangkara Palangka Raya untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan. Seluruh personel dan unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Alit menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Ia memastikan seluruh unsur telah berupaya maksimal selama proses pencarian.
“Operasi SAR telah kami laksanakan secara maksimal bersama seluruh unsur yang terlibat. Korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian dalam kondisi meninggal dunia,” ungkapnya.
“Atas kejadian ini, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” lanjut Alit.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di sungai, terutama terhadap anak-anak.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan memperhatikan faktor keselamatan saat beraktivitas di sungai,” tegasnya.
Operasi pencarian melibatkan Kantor SAR Palangka Raya, Polairud Polda Kalteng, Sabhara Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, BPBD, Dinas Perhubungan, relawan gabungan, serta masyarakat setempat. (*)
Editor: Logman Susilo
Ikuti saluran ayokalteng di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbC1QZ4KGGGAxXIeWX2n







































